nasional

Temuan 1.200 Ton Beras Bulog Hampir Rusak di Maluku Utara, Bulog Siapkan Langkah Reprocessing

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:08 WIB
Beras SPHP menumpuk di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang kena sidak Komisi IV DPR RI. (Instagram/titieksoeharto)

“Saya sudah berkali-kali minta agar beras SPHP segera disalurkan. Kalau disimpan terus seperti ini, akhirnya kualitasnya menurun. Masyarakat tidak pantas menerima beras dengan kondisi seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga: Dari Sumedang untuk Indonesia, Prof. Ojat Darojat: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Besar untuk Masa Depan Anak Indonesia

Bulog Pastikan Stok CBP Masih Aman

Meski adanya temuan tersebut, Bulog memastikan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional masih aman hingga akhir tahun 2025.

Saat ini, Bulog mengelola 3,9 juta ton beras, yang terdiri dari 2,95 juta ton hasil serapan petani dalam negeri, dan sisanya dari pengadaan luar negeri pada akhir tahun 2024.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,1 persen yang masuk kategori harus menjalani proses reprocessing karena penurunan kualitas akibat penyimpanan jangka panjang.

Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Saling Balas Soal Data Harga LPG 3 Kg dan Subsidi Pemerintah

“Kami pastikan beras yang akan disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi layak konsumsi dan memenuhi standar mutu pangan,” pungkas Ahmad Rizal.

Kasus 1.200 ton beras rusak di gudang Bulog Maluku Utara menjadi pengingat pentingnya pengelolaan stok pangan nasional yang lebih baik, terutama dalam menjaga kualitas dan rotasi distribusi beras.

Bulog berkomitmen untuk melakukan reprocessing dan uji laboratorium ketat agar beras SPHP yang akan disalurkan benar-benar aman dan layak dikonsumsi masyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini