nasional

Temuan 1.200 Ton Beras Bulog Hampir Rusak di Maluku Utara, Bulog Siapkan Langkah Reprocessing

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:08 WIB
Beras SPHP menumpuk di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang kena sidak Komisi IV DPR RI. (Instagram/titieksoeharto)

TITIKTEMU.CO - Stok beras cadangan pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, ditemukan sekitar 1.200 ton beras di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara, yang kondisinya hampir tidak layak konsumsi.

Temuan ini diungkap oleh Komisi IV DPR RI saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada 23 September 2025, dan menimbulkan kekhawatiran soal tata kelola penyimpanan beras pemerintah.

Bulog Akui Ada Beras Rusak dan Siapkan Tahap Pencucian Ulang

Menanggapi temuan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan melalui proses reprocessing atau pemrosesan ulang.

Baca Juga: Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut, 10 Santri Dinyatakan Meninggal Dunia

“Kami akan melakukan reprocessing. Beras yang rusak akan dibersihkan dan dicuci ulang,” kata Ahmad Rizal kepada wartawan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, setiap batch beras yang diproses ulang akan melalui uji laboratorium untuk memastikan kelayakannya sebelum disalurkan ke masyarakat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kalau hasil laboratorium menunjukkan beras masih layak konsumsi, akan kami distribusikan. Namun, kalau tidak layak, akan kami olah menjadi pakan ternak,” tambahnya.

Ahmad Rizal juga menegaskan bahwa 1.200 ton beras rusak tersebut hanya berasal dari Maluku Utara, dan pihaknya masih melakukan pendataan untuk wilayah gudang lainnya.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan: Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Sudah Baik, Tak Perlu Ditarik Menkeu

Sidak Titiek Soeharto: Warna Beras Sudah Abu-Abu

Temuan beras rusak ini mencuat setelah Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, melakukan sidak ke gudang Bulog Maluku Utara. Dalam kunjungannya, Titiek menemukan beras yang telah disimpan lebih dari satu tahun dan warnanya mulai berubah menjadi abu-abu.

“Beras ini sudah masuk sejak Mei 2024, jadi lebih dari setahun. Warna sudah abu-abu, dan bahkan masih ada beras impor yang umurnya juga setahun,” ujar Titiek.

Ia menyoroti lambannya distribusi beras SPHP kepada masyarakat, yang seharusnya membantu menstabilkan harga pangan di pasaran.

Halaman:

Tags

Terkini