nasional

Selang yang Tertinggal: Kisah Mistono Bertarung Demi Keadilan dan Kesehatan

Senin, 29 September 2025 | 22:35 WIB
Warga Desa Gondang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Mistono (kanan) ungkap dugaan malpraktik setelah menjalani operasi di RSUD Kalisari Batang. (pojokbaca.co.id)

“Namanya istri, pasti curiga. Saya sampai dikucilkan,” ujarnya pelan.

Kecurigaan itu baru hilang setelah hasil laboratorium menunjukkan ia negatif HIV.

Namun, stigma yang terlanjur melekat membuat hidupnya makin berat.

Baca Juga: Tren Kuliner 2025: Inovasi Menu yang Bikin Pelanggan Ketagihan

Temuan Mengejutkan di RS Pekalongan

Tak kunjung sembuh, keluarga membawa Mistono ke RS Siti Khodijah, Kota Pekalongan.

Setelah menjalani USG dan rontgen, dokter menemukan selang sepanjang 15 sentimeter tertinggal di saluran kemihnya.

“Dokter bilang ada selang di dalam. Setelah diambil, alhamdulillah saya sehat, normal lagi,” tutur Mistono penuh lega.

Keluarga Menuntut Pertanggungjawaban

Pascaoperasi kedua, Mistono kini kembali beraktivitas sebagai petani tanpa keluhan.

Hasil laboratorium Cito pun menegaskan ia negatif HIV, berbeda dengan vonis awal RSUD Kalisari.

Putranya, Yusro, mengaku kecewa: “Bapak saya menderita selama tujuh bulan, bukan cuma sakitnya, tapi juga dampak sosialnya.” Keluarga pun berencana menuntut pertanggungjawaban RSUD Kalisari Batang.

Harapan Mistono untuk Keadilan

Mistono berharap pengalamannya menjadi pelajaran berharga bagi tenaga medis agar kejadian serupa tak menimpa pasien lain.
“Saya hanya ingin keadilan.  Klau salah, ya harus bertanggung jawab. Jangan sampai ada orang lain ngalami seperti saya,” tegasnya.

Kasus ini memunculkan dugaan kuat adanya kesalahan prosedur medis di RSUD Kalisari Batang.

Halaman:

Tags

Terkini