TITIKTEMU.CO - Seorang pengamat ekonomi menilai bahwa kecepatan industri perbankan dalam membongkar dugaan penyalahgunaan rekening senilai Rp204 miliar menjadi bukti nyata pentingnya sistem deteksi dini.
Sistem ini tidak hanya berperan sebagai penjaga, tetapi juga “alarm cerdas” yang mampu mengidentifikasi ancaman sebelum merugikan nasabah.
Baca Juga: Jejak Harta Tersembunyi: KPK Bongkar Aset Mewah Mantan Dirjen Kemnaker
Apresiasi Akademisi untuk Sistem Deteksi Anomali
Ariyo Irhamna, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, mengapresiasi penerapan teknologi deteksi transaksi mencurigakan.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan perbankan kini lebih proaktif dan antisipatif, bukan sekadar bereaksi setelah terjadi fraud.
“Dengan sistem ini, potensi kerugian bisa ditekan jauh lebih kecil bahkan sebelum nasabah sadar ada masalah,” ungkap Ariyo di Jakarta.
Baca Juga: Dari Burnout ke Bliss: Rahasia Slow Living yang Diam-Diam Mengubah Cara Kita Bekerja dan Hidup
Proteksi Nasabah dan Reputasi Bank Lebih Terjaga
Ekonom INDEF tersebut menambahkan, sistem pengawasan semacam ini tidak hanya melindungi dana nasabah, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap reputasi bank.
"Kombinasi antara sistem yang andal, pegawai yang sigap, dan pembaruan teknologi jadi kunci menghadapi tren kejahatan finansial yang makin canggih,” imbuhnya.
Baca Juga: Kursi Wamenkeu Masih Kosong: Purbaya Pilih Pegang Dua Kendali Sekaligus daripada Tambah Orang Baru
Kasus Rp204 Miliar: Aksi Kilat di Balik Layar
Bareskrim Polri baru-baru ini mengungkap kasus dugaan pembobolan rekening dengan nilai mencapai Rp204 miliar di sebuah bank pelat merah.