TITIKTEMU.CO - Keindahan alam Bandung sering kali menipu pandangan kita. Di balik pemandangan hijau Lembang dan kesejukan udaranya, ternyata ada “raksasa” yang sedang tidur: Sesar Lembang.
Banyak yang bertanya-tanya, benarkah patahan aktif ini bisa memicu gempa besar di masa mendatang?
Baca Juga: Jejak Harta Tersembunyi: KPK Bongkar Aset Mewah Mantan Dirjen Kemnaker
Sesar Lembang: Patahan Aktif yang Mengintai Bandung
Sesar Lembang: Patahan Aktif yang Mengintai Bandung
Sesar Lembang adalah patahan aktif sepanjang 29 km yang berada sekitar 10 km di utara Kota Bandung.
Patahan ini membentang dari Padalarang hingga Jatinangor, melewati wilayah-wilayah seperti Ngamprah, Cisarua, Parongpong, hingga Lembang sendiri.
Proses alamiah yang berlangsung selama ratusan ribu tahun ini menjadikan Sesar Lembang sebagai fokus utama kajian mitigasi bencana di kawasan Bandung Raya.
Baca Juga: Tren Kuliner 2025: Inovasi Menu yang Bikin Pelanggan Ketagihan
Mengapa Sesar Lembang Bisa Memicu Gempa Besar?
Menurut peneliti BRIN, Mudrik R. Daryono, pergeseran batuan pada Sesar Lembang mencapai 1,9–3,4 mm setiap tahun.
Meski terlihat kecil, akumulasi pergeseran ini selama ratusan tahun dapat memicu gempa besar berkekuatan magnitudo 6,5 hingga 7.
Contohnya, Sungai Cimeta telah bergeser sejauh 120 meter akibat pergerakan sesar ini—bahkan di beberapa titik mencapai 460 meter.
Jejak Gempa Terdahulu: Sinyal Bahaya Masa Depan