Untuk menghemat biaya, Winar selalu menggunakan transportasi umum.
Dengan gaya hidup ini, ia bisa fokus mengembangkan lapak curhat gratisnya.
Sejak Agustus 2025, belasan orang telah datang ke Pojok Empativ yang ia gelar di taman-taman Jakarta.
Winar merasa bahagia karena kini ia bisa melihat langsung dampak positif dari mimpinya.
Ruang curhat ini menjadi tempat aman bagi banyak orang yang membutuhkan telinga dan empati.
Memberdayakan Orang dengan Kondisi Mental Khusus
Winar tak berhenti di situ. Ke depan, ia bercita-cita memberdayakan orang dengan gangguan mental yang sudah stabil agar bisa ikut menjadi pendamping di Pojok Empativ.
Mereka akan dibekali pelatihan khusus agar siap menjadi “penjaga empati” yang membantu masyarakat.
Langkah ini bukan hanya untuk mendukung kesehatan mental, tetapi juga menghapus stigma negatif yang sering melekat pada mereka yang baru selesai menjalani perawatan di RSJ.
Mencari Investor untuk Perluas Dampak
Kini, Winar tengah berjuang mencari investor agar gagasan ini semakin besar dan menjangkau lebih banyak orang.
Ia percaya, mimpi ini bisa menjadi gerakan sosial yang lebih luas dan membantu masyarakat yang kesulitan menemukan tempat curhat.***