nasional

Dari Teman Ahok hingga Komisaris Pertamina: Perjalanan Tak Biasa Hasan Nasbi

Minggu, 21 September 2025 | 19:55 WIB
Mantan Kepala PCO, Hasan Nasbi kini ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina. (Instagram/fritzsiregar)

Ia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dan menyelesaikan pendidikannya pada 2004.

Alih-alih langsung terjun ke dunia politik, Hasan memulai kariernya sebagai jurnalis di salah satu media nasional pada 2005-2006.

Setelah itu, ia menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik UI (Puskapol UI) pada 2006-2008. Dari sinilah jejaring akademik dan pemahaman politiknya mulai terbentuk.

Baca Juga: Dari PHK ke Panggung Global: Pelajaran Perdagangan dan Wirausaha ala Sandiaga Uno di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia

Dari Konsultan Survei hingga Aktivis Politik

Nama Hasan makin dikenal setelah aktif di dunia konsultan survei dan politik. Beberapa momen pentingnya antara lain:

Pilkada DKI 2012: Terlibat dalam tim pemenangan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gerakan Teman Ahok (2017): Menjadi salah satu inisiator gerakan relawan “Teman Ahok” yang sempat viral mendukung pencalonan independen Ahok.

Pilpres 2024: Tercatat sebagai bagian tim komunikasi Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dan anggota Gugus Tugas Sinkronisasi Bidang Komunikasi setelah pasangan ini menang.

Baca Juga: Apa Akun IG Anak Wali Kota Prabumulih Bawa Mobil ke Sekolah: Fakta, Klarifikasi, dan Pemecatan Kepala Sekolah
Dari Kepala PCO ke Komisaris Pertamina

Pasca kemenangan Prabowo di Pilpres 2024, Hasan dipercaya memimpin Kantor Komunikasi Presiden (PCO) yang dibentuk melalui Peraturan Presiden dan dilantik pada 19 Agustus 2024.

Sebagai Kepala PCO, ia bertanggung jawab mengatur komunikasi kepresidenan, menjembatani hubungan pemerintah dengan publik, dan memastikan pesan kebijakan tersampaikan secara efektif.

Namun perjalanan ini tak selalu mulus. Pada 21 April 2025, Hasan mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden melalui Mensesneg dan Seskab.

Surat tersebut sempat ditolak Presiden Prabowo, yang meminta Hasan tetap melanjutkan tugas.

Puncaknya terjadi pada 17 September 2025 saat reshuffle kabinet dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini