TITIKTEMU.CO - Media sosial Tanah Air tengah diwarnai fenomena unik yang disebut “Stop Tot Tot Wuk Wuk.”
Meski terdengar lucu dan ringan, istilah ini sesungguhnya adalah bentuk kritik keras masyarakat terhadap maraknya penyalahgunaan sirene dan lampu strobo untuk kepentingan pribadi.
Tak sedikit pengguna jalan raya mengaku terganggu bahkan merasa terancam keselamatannya ketika sirene meraung-raung di tengah kemacetan.
Di kota-kota besar, pemandangan kendaraan sipil atau rombongan tertentu melaju dengan strobo berkedip dan suara sirene kencang seolah membawa misi darurat bukanlah hal langka.
Padahal, dalam banyak kasus, penggunaan alat prioritas tersebut tidak punya dasar hukum ataupun alasan kedaruratan yang jelas.
Ungkapan satir “Stop Tot Tot Wuk Wuk” pun lahir sebagai simbol perlawanan terhadap perilaku arogan ini.
Tak hanya jadi topik pembicaraan, fenomena ini berkembang menjadi gerakan kecil di kalangan masyarakat.
Sejumlah pengendara bahkan memasang stiker bertuliskan slogan tersebut di kendaraan mereka sebagai bentuk protes nyata.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa: Gebrakan Rp200 Triliun, Dari ‘Rezim Ibu vs Bapak’ Hingga Teori Likuiditas
Sirene dan Strobo: Hak Istimewa Kendaraan Darurat
Warganet pun ramai-ramai menegaskan bahwa sirene dan strobo semestinya hanya digunakan oleh kendaraan darurat, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.
Kedua kendaraan ini memang memiliki hak istimewa untuk melintas lebih dahulu karena menyangkut nyawa dan keselamatan publik.
Baca Juga: The Conjuring: Last Rites Tembus 3 Juta Penonton, Jadi Film Impor Terlaris 2025 di Indonesia
Istana Ingatkan Pejabat: Gunakan Sewajarnya