DPR, pemerintah, TNI-Polri, hingga partai politik, menurutnya, perlu menunjukkan keseriusan untuk memperbaiki tata kelola negara.
“Saya rasa Indonesia hanya selangkah lagi menuju titik itu kalau sekarang tidak ada kesungguhan untuk berbenah,” tegasnya
Agus juga mengingatkan bahwa meredam kemarahan publik tidak cukup dengan solusi instan.
“Yang namanya amarah rakyat hanya bisa diredakan dengan membenahi akar masalah, bukan sekadar ‘mengibaskan asapnya’ untuk sementara,” katanya.
Jika cara lama tetap dipertahankan, potensi ledakan sosial hanya menunggu waktu. “Pada akhirnya, amarah publik itu bisa berubah jadi bom waktu,” tambah Agus.
Baca Juga: Puluhan Proyektil Gas Air Mata Ditemukan Usai Demo Mahasiswa Unpas & Unisba Dibubarkan
Kathmandu Jadi Panggung Kekecewaan Gen Z
Kericuhan terbaru di Kathmandu, Nepal, yang pecah pada 10 September 2025, membuktikan betapa besar akumulasi kekecewaan generasi muda terhadap elite politik.
Mereka menuding para pejabat kerap korupsi dan pamer harta mewah di media sosial, sementara rakyat harus hidup dalam kesulitan.
Bagi Gen Z Nepal, jalanan menjadi ruang untuk bersuara lantang.***