Kepemilikan kendaraan senilai Rp1,8 miliar, termasuk Honda WW150EXF, Toyota Alphard, Wuling Almaz, dan Hyundai 5 Signature Long Range yang merupakan mobil listrik.
Mukhtarudin memiliki kas Rp529,9 juta dan harta bergerak Rp45 juta. Namun, dia juga punya utang Rp606 juta sehingga kekayaan bersihnya sekitar Rp17,91 miliar.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Perjalanan Karier Purbaya Yudhi Sadewa, dari LPS hingga Menkeu Era Prabowo
Ferry Juliantono – Menteri Koperasi
Di antara pejabat baru, Ferry Juliantono yang paling kaya, yaitu Rp52,398 miliar. Asetnya berupa tujuh bidang tanah di Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Bogor, Badung, Gianyar, dan Klungkung, senilai Rp48,9 miliar.
Ferry memiliki koleksi mobil mewah senilai Rp3,3 miliar, seperti BMW X5 xDrive, Mercedes S400, Toyota Alphard, dan Honda HRV.
Tak hanya itu, ia punya harta bergerak Rp3 miliar, surat berharga Rp175 juta, serta kas Rp2 miliar. Namun, Ferry tercatat memiliki utang Rp5 miliar.
Mochamad Irfan Yusuf – Menteri Haji
Kementerian Haji dan Umrah dipimpin Mochamad Irfan Yusuf. LHKPN mencatat kekayaannya mencapai Rp16,2 miliar. Sebagian besar berasal dari enam bidang tanah di Jombang dan Surabaya senilai Rp13,2 miliar.
Kendaraan Irfan meliputi Mitsubishi Pajero Sport, Honda Vario, dan Yamaha Mio senilai Rp505 juta. Selain itu, dia memiliki harta lain Rp70 juta serta kas Rp2,4 miliar.
Dahnil Anzar – Wakil Menteri Haji
Mantan aktivis dan akademisi ini dipercaya menjadi Wakil Menteri Haji. Kekayaannya mencapai Rp27,892 miliar, menjadikannya pejabat baru terkaya ketiga setelah Ferry Juliantono dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sebagian besar kekayaannya berupa lima bidang tanah di Tangerang Selatan dan Medan senilai Rp10,2 miliar. Kendaraannya senilai Rp3,9 miliar, mulai dari Toyota Alphard, MINI, BMW, Toyota Land Cruiser, dan tiga unit motor.
Selain itu, Dahnil mencatatkan harta bergerak Rp1,4 miliar serta kas Rp13 miliar. Jumlah kas yang besar menunjukkan likuiditas tinggi, berbeda dengan pejabat lain yang lebih dominan di properti.***