Pengalamannya di sektor korporasi berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa pada periode 2013–2015.
Selain di sektor swasta, Purbaya juga sering dipercaya mengisi posisi penting di pemerintahan. Beberapa di antaranya:
Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2010–2014).
Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2018).
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Marves (2018–2020).
Puncak kariernya sebelum menjadi menteri adalah saat ia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Keppres No. 58/M Tahun 2020.
Dengan rekam jejak panjang tersebut, Purbaya bukanlah orang baru di dunia kebijakan ekonomi dan pemerintahan.
Baca Juga: Daftar Lengkap Menteri yang Diganti dan Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet Merah Putih 2025
Aktivitas Lain
Selain menduduki jabatan struktural, Purbaya juga aktif di berbagai forum ekonomi nasional. Dia tercatat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), dan terlibat di Indonesia Economic Forum sejak 2015.
Keterlibatannya di berbagai lembaga ini menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan ekonomi nasional serta posisinya sebagai pemikir strategis di bidang fiskal.
Kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa Menurut LHKPN
Sebagai pejabat negara, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan harta kekayaannya melalui LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
Berdasarkan laporan tahun 2024, total kekayaannya tercatat sebesar Rp39,21 miliar, meningkat sekitar 19,36% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp32,84 miliar.
Rincian Kekayaan: