TITIKTEMU.CO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025.
Berdasarkan data hingga pukul 10.11 WIB, IHSG merosot 156,44 poin atau setara 1,97 persen ke level 7.795,64 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pelemahan tersebut erat kaitannya dengan kondisi politik dan keamanan dalam negeri, terutama aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
"IHSG pada hari ini dibuka melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini," kata Nafan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Ia menambahkan, secara historis, bulan September memang kerap menunjukkan pola negatif. Dalam lima tahun terakhir, kinerja IHSG pada periode tersebut rata-rata cenderung bearish. Namun, peluang penguatan tetap terbuka pada kuartal keempat.
"Meskipun demikian, apabila IHSG konsisten diperdagangkan di bawah 7.750, maka potensi bearish consolidation phase terbuka lebar," jelasnya.
Faktor Global Lebih Positif
Nafan menyebutkan faktor eksternal justru relatif kondusif bagi pasar. Harapan terhadap penurunan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) pada September 2025 menjadi angin segar bagi investor.
Baca Juga: Tanggapi Insiden Barakuda Tabrak Pendemo, Mahfud MD Ingatkan Akar Masalah Ada di Pejabat Korup
"Secara umum, data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan membuat optimisme penurunan suku bunga The Fed pada September terbuka lebar," ujarnya.
Namun, ketidakpastian politik dalam negeri tetap menjadi faktor penekan utama. Dengan volatilitas yang tinggi, Nafan mengingatkan agar pelaku pasar lebih waspada, khususnya terhadap level psikologis 7.750 yang dinilai sebagai titik penting penentuan arah IHSG.***