Bermodalkan kamus Mandarin tentang bahan kimia, ia mulai meracik cat sendiri dengan merek Pigeon Brand.
Baca Juga: Jadwal Listing IPO CDIA 2025: Anak Usaha Prajogo Pangestu Siap Melantai di BEI
Permintaan Melonjak di Era Perang Korea
Awal 1950-an menjadi masa keemasan.
Perang Korea membatasi impor barang, membuat permintaan cat lokal melonjak.
Goh memanfaatkan momentum ini dan menjadi distributor resmi Nippon Paint.
Membangun Kerajaan Bisnis
Pada 1974, ia mendirikan Wuthelam Holdings yang kini menguasai hampir 60% saham Nippon Paint di Bursa Efek Tokyo.
Dari usaha rumahan, Goh menjadikannya konglomerat internasional.
Dermawan yang Meninggalkan Jejak Besar
Di balik kesuksesan bisnis, Goh dikenal sebagai filantropis sejati. Ia mendanai penelitian medis, khususnya pengobatan kanker, memberi beasiswa untuk pelajar kurang mampu, dan membantu berbagai lembaga sosial.
Yayasan Goh juga berkontribusi pada penelitian kanker anak di Rumah Sakit Wanita dan Anak KK, Yayasan Viva, serta Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura. ***