3 & 4. Duo Hartono: Djarum, BCA, dan Segudang Strategi
R. Budi Hartono dan Michael Hartono, dua nama senior dalam peta kekayaan Indonesia, masih bercokol di posisi tiga dan empat.
- Budi Hartono: USD20,7 miliar (Rp338,8 triliun)
- Michael Hartono: USD19,9 miliar (Rp325,7 triliun)
Dengan pegangan kuat di Djarum dan BCA, keluarga Hartono seolah menulis ulang definisi "uang tak pernah tidur."
5-6. Panggung DCI: Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman
Era digital membuka peluang baru, dan pasangan pemimpin DCI Indonesia ini jadi buktinya.
- Otto Toto Sugiri: USD15,2 miliar (Rp248,8 triliun)
- Marina Budiman: USD11,1 miliar (Rp181,7 triliun)
DCI sukses menjelma jadi raksasa pusat data Asia Tenggara.
Bagi mereka, data adalah tambang emas abad 21—dan mereka menggali dalam-dalam.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Laporkan Kekayaan Hampir Rp 1 Triliun, Termasuk Rubicon Rp 1,6 Miliar di Garasi
7. Sri Prakash Lohia: Tekstil, Petrokimia, dan Jejak Global
Pendiri Indorama Corporation, Sri Prakash Lohia, punya kekayaan USD8,7 miliar (Rp142,4 triliun).
Grup Indorama berkembang bukan hanya di Asia, tapi juga Afrika.
Perpaduan bisnis tekstil dan kimia jadi kekuatan utama pria ini.
8. Han Arming Hanafia: Pemain Hijau di Dunia Data
Masih dari kubu DCI, Han Arming Hanafia mengantongi USD7,2 miliar (Rp117,9 triliun).
Dia punya visi: pusat data berbasis energi hijau. Bagi Han, masa depan digital tak cukup cepat, tapi juga harus berkelanjutan.