nasional

Menteri Pertanian Ungkap Beras Merek 212 Tak Sesuai Standar, Broken-nya Capai 50 Persen!

Kamis, 31 Juli 2025 | 15:00 WIB
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. ( (Instagram/a.amran_sulaiman)

TITIKTEMU.CO - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan mengejutkan soal kualitas beras di pasaran.

Dalam sebuah pernyataan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu malam 30 Juli 2025, Amran menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa 268 merek beras yang beredar di pasaran.

Hasilnya? Sebanyak 212 merek dinyatakan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ada banyak merek beras yang broken-nya melebihi ambang batas. Bahkan ada yang mencapai 50 persen,” ungkap Amran.

Baca Juga: Superman 2025 Kalahkan Man of Steel di AS, MUlai Kejar Target Global

Apa yang Dimaksud dengan ‘Broken’ dalam Beras?

Dalam klasifikasi beras, "broken" merujuk pada persentase butiran beras yang patah atau tidak utuh. Berdasarkan standar pemerintah:

  • Beras medium: batas maksimal broken 25%
  • Beras premium: broken maksimal 15%

Namun, dari hasil temuan lapangan, ada produk beras yang broken-nya justru mencapai 30, 35, hingga 50 persen.

Ini jauh dari standar yang seharusnya diterapkan, terutama untuk kategori beras premium.

Baca Juga: Setelah Fenomena Rojali-Rohana, Indonesia Bersiap Sambut Robeli, Kabar Baik Dunia Usaha?

Apakah Ini Beras Oplosan?

Amran tidak secara eksplisit menyebut seluruh temuan ini sebagai beras oplosan, namun menekankan bahwa produk-produk tersebut jelas tidak sesuai dengan regulasi.

“Ini mau disebut oplosan atau bukan, yang jelas tidak sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Jadi ya, tetap melanggar aturan,” tegasnya.

Koordinasi dengan Aparat Hukum: Hasil Satgas Sama dengan Temuan Polisi

Halaman:

Tags

Terkini