- Judul: The Act of Killing (Jagal)
- Rilis: 2012, debut di Toronto International Film Festival
- Penghargaan:
- 53 penghargaan internasional
43 nominasi festival film
Nominasi Oscar 2014 untuk Dokumenter Panjang Terbaik
Produksi: Kolaborasi Denmark, Inggris, Norwegia – bagian dari proyek Dowcest dari Universitas Westminster.
Reaksi: Dunia Kagum, Indonesia Terguncang
Di luar negeri, Jagal disambut sebagai karya jenius dan berani. Namun di dalam negeri, film ini mengundang kontroversi besar.
Banyak pihak menyebut film ini penuh manipulasi dan merusak citra. Penayangannya sempat dilarang secara resmi, bahkan dikecam oleh beberapa akademisi dan tokoh.
> "Film ini penuh kebohongan," kata Aminuddin Kasdi, penulis Kaum Merah Menjarah, yang mengimbau masyarakat untuk tidak menonton film tersebut.
Namun larangan tak menghentikan diskusi. Pemutaran film tetap dilakukan secara independen dan tertutup—diam-diam, namun penuh dampak.
Baca Juga: Berapa Bayaran Keanu Reeves di Film John Wick Chapter 4? Sangat Fantastik dan Bikin Mlongo
Mengapa Film Ini Masih Relevan?
Karena Jagal bukan cuma soal sejarah.
Ini tentang memori kolektif, rekonsiliasi yang tertunda, dan narasi yang diperebutkan.
Ia mempertanyakan siapa yang menulis sejarah dan siapa yang berhak atas kebenaran.
The Act of Killing membuat dunia bertanya: