nasional

Film Jagal Masuk Daftar 100 Terbaik The New York Times, Ini Fakta-fakta Menariknya

Kamis, 31 Juli 2025 | 13:35 WIB
Jagal Masuk 100 Film Terbaik Versi The New York Times (Instagram @samsstudios.id)

TITIKTEMU.CO - Film dokumenter kontroversial Jagal: The Act of Killing kembali menjadi sorotan setelah masuk daftar 100 film terbaik abad ke-21 versi The New York Times.

Menempati posisi ke-82, film karya Joshua Oppenheimer ini membongkar sisi kelam sejarah Indonesia melalui cara yang tak pernah dilakukan sebelumnya: dari sudut pandang para pelaku kekerasan.

Dari Preman Bioskop Jadi Algojo

Film ini mengikuti Anwar Congo dan kelompoknya, mantan "preman bioskop" yang naik pangkat menjadi eksekutor dalam gelombang pembunuhan massal pascakudeta 1965.

Namun alih-alih menyampaikan penyesalan, film ini justru merekam bagaimana mereka memerankan kembali aksi kejamnya sendiri dalam gaya film favorit mereka—mulai dari gangster noir hingga musikal absurd.

> Mereka tak sedang menebus dosa. Mereka sedang 'berakting' dalam mimpi buruk yang pernah mereka ciptakan sendiri.

Baca Juga: Film Lyora: Penantian Buah Hati – Diangkat dari Kisah Nyata Meutya Hafid Berjuang Mendapatkan Anak di Usia 44 Tahun

Ketika Heroisme Retak Jadi Penyesalan

Awalnya, Anwar dan kawan-kawan terlihat bangga. Namun seiring proses syuting, ekspresi mereka berubah.

Ada yang mulai merasa bersalah. Ada yang diam-diam takut.

Ada pula yang tetap menyombongkan masa lalu, menunjukkan bagaimana budaya impunitas masih hidup dan dijunjung.

> “Saya merasa seperti mimpi buruk,” ujar Anwar di salah satu adegan paling mengguncang.

Ia menangis, bukan sebagai pelaku, tapi sebagai korban—peran yang memaksanya berhadapan dengan bayangannya sendiri.

Fakta Mengejutkan di Balik Film Jagal

Halaman:

Tags

Terkini