Dengan gaya bicara percaya diri dan menguasai tiga bahasa (Indonesia, Inggris, Mandarin), ia menarik perhatian sejak usia 5 tahun.
Pendapatan dari kanal YouTube-nya ditabung untuk modal bisnis.
Kini, kafenya sudah memiliki dua cabang di Gading Serpong, dan Ryu tengah bersiap membuka cabang ketiga.
Baca Juga: Viral Ibu Protes Sound Horeg, Kaca Rumah Nyaris Pecah! Warganet Desak Regulasi Lebih Tegas
Gaya Hidup Anak Konglomerat yang “Katanya Merintis”
Selain sibuk bisnis, Ryu juga dikenal lewat media sosial karena gaya hidup mewahnya.
Mulai dari mobil sport, jam tangan mahal, hingga liburan ke luar negeri jadi konten sehari-harinya.
Di sinilah muncul kontradiksi yang membuat publik mempertanyakan: benarkah ia seorang perintis? Atau justru pewaris yang pintar membungkus citranya?
Dukungan Sang Ayah, Christopher Sebastian
Ayahnya, Christopher Sebastian, akhirnya ikut disorot publik.
Dikenal sebagai pengusaha sukses, ia kerap muncul mendampingi Ryu di berbagai kegiatan bisnis dan konten.
Dalam wawancara, Christopher menyebut bahwa dirinya hanya mendukung dan memberi ruang bagi anaknya untuk berkembang.
> “Kami bangga dan ingin anak kami belajar public speaking, percaya diri, dan membangun bisnis sejak dini,” kata Christopher.
Namun, publik tetap mempertanyakan: apakah dukungan sebesar itu masih bisa dikatakan sebagai “berjuang sendiri”?
Pelajaran dari Kontroversi: Perintis, Pewaris, atau Kombinasi Keduanya?