Misalnya, Harvard memiliki dana abadi (endowment fund) yang dikelola secara profesional sehingga mampu mendukung beasiswa, riset, hingga biaya operasional tanpa hanya bergantung pada biaya kuliah mahasiswa.
Sementara itu, NUS memanfaatkan aset properti dan kolaborasi industri untuk meningkatkan pemasukan universitas sekaligus memberikan subsidi pendidikan.
UI mencoba menerapkan konsep serupa dalam skala nasional dengan memanfaatkan lahan strategisnya agar pendapatan non-UKT bisa meningkat.
Baca Juga: Ihsan dan Irsan, Siswa Kembar MAN 2 Padangsidempuan Lulus SNBP di UI dan UM
SDM Akademik sebagai Modal Tambahan
Selain kekayaan aset fisik, UI memiliki sumber daya manusia unggul: lebih dari 700 profesor dan ribuan doktor di berbagai bidang.
Jika potensi riset, inovasi, dan kerja sama industri ini dikembangkan, maka UI berpeluang besar menjadi kampus dengan sistem pendanaan yang mandiri.***