nasional

Dedi Mulyadi Tegaskan Alasan Larang Study Tour, Dorong Penguatan Wisata Daerah Lewat Pembenahan Ekosistem

Minggu, 27 Juli 2025 | 21:29 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (jabarprov.go.id)

TITIKTEMU.CO - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyuarakan pandangannya terkait pelarangan kegiatan study tour yang belakangan menjadi bahan perdebatan publik.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 45/pk.03.03/kesra tentang “9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya”.

Dalam pernyataan yang ia sampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 26 Juli 2025, Dedi menegaskan bahwa keputusan ini dibuat berdasarkan pertimbangan mendalam.

Baca Juga: Jokowi Singgung Polemik Ijazah Saat Reuni UGM: Kalau Saya Palsu, 88 Orang Juga Palsu

Menurut Dedi, study tour kerap kali disalahgunakan sebagai sarana ekonomi ketimbang pembelajaran yang edukatif.

"Menjadikan siswa sebagai alat untuk mendongkrak angka kunjungan wisata jelas bertentangan dengan nilai akademik maupun moral," ujarnya.

Ia menyoroti bagaimana praktik-praktik eksploitasi terhadap pelajar telah lama terjadi di dunia pendidikan, seperti dalam penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS), pengadaan seragam, dan sebagainya.

Baca Juga: Seskab Teddy Bersama Menteri Imipas Dorong 65 Ribu Pegawai Wujudkan Layanan Imigrasi yang Cepat dan Mudah

"Siswa sudah terlalu lama diperlakukan layaknya komoditas. Padahal pendidikan harus bebas dari unsur komersial dan eksploitasi,” tambahnya tegas.

Meski kebijakan ini memicu penolakan dari pelaku industri pariwisata, Dedi justru mendorong agar sektor pariwisata daerah dikembangkan tanpa bergantung pada study tour.

Ia menawarkan solusi konkret, dimulai dari pembenahan ekosistem wisata lokal secara menyeluruh.

“Mulai dari kebersihan kota, perbaikan estetika kawasan, hingga revitalisasi sungai yang kumuh,” ungkap Dedi.

Baca Juga: Haruka Nakagawa Menangis Saat Gagal Pimpin Encore di Konser JKT48, Aksi Fans Jadi Sorotan

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pelayanan prima dari para pedagang lokal dan pemandu wisata, serta menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Halaman:

Tags

Terkini