> “Reclining kursinya minim banget. Hanya bisa dimiringkan sekitar 45 derajat. Jadi kalau lagi nunggu di mobil, posisi duduk terasa kurang santai,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kualitas jok pun dinilai masih kurang empuk dan terkesan tipis.
> “Kursinya agak keras dan tipis. Tapi, itu masih bisa ditoleransi,” tambahnya.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Paling Dicari 2025: Irit, Tangguh, dan Nilai Jual Stabil
Peluang Perbaikan di Tengah Euforia Kendaraan Listrik
Kritik dari pengguna seperti ini menjadi catatan penting bagi Wuling Motors untuk meningkatkan kenyamanan fisik pada mobil-mobil masa depan mereka.
Meskipun dari sisi teknologi dan efisiensi energi Wuling Air ev sangat menjanjikan, aspek ergonomi juga tidak boleh diabaikan.
Bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dalam berkendara, terutama untuk penggunaan harian atau perjalanan panjang, hal-hal kecil seperti reclining kursi dan empuknya jok bisa sangat memengaruhi kepuasan.
Wuling Air ev adalah mobil listrik mini yang cocok untuk masyarakat urban berkat desain kompak, teknologi mutakhir seperti IoV dan WIND, serta efisiensi energi.
Namun, masukan dari pengguna menunjukkan bahwa kenyamanan fisik juga tak kalah penting dalam menentukan nilai akhir dari sebuah kendaraan listrik.
Wuling bisa menjadikan feedback ini sebagai peluang untuk terus menyempurnakan produk mereka di masa depan.
Apalagi, kompetisi di pasar mobil listrik semakin ketat, dan pengguna kini tidak hanya melihat ke teknologi, tapi juga ke detail kenyamanan yang mendukung pengalaman berkendara secara menyeluruh.***