nasional

Jadi Pemasok Program MBG, Supplier Ikan Ini Berhasil Kembangkan Usaha Berkat Pinjaman BRI

Minggu, 13 Juli 2025 | 11:49 WIB
Supplier Ikan Ini Berhasil Kembangkan Usaha Berkat Pinjaman BRI Jadi Pemasok Program MBG (Dok. BRI)

TITIKTEMU.CO, Kayu Agung – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini menjadi penyedia makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Adalah Engga, salah satu pelaku UMKM yang mendapat dukungan nyata dari BRI melalui penyaluran pendanaan untuk menjadi penyedia makanan dalam Program MBG. 

Baca Juga: Dari Alam hingga Taman Hiburan! Ini 5 Tempat Wisata Favorit di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu

BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program-program yang berpihak pada masyarakat. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif BRI dalam mendukung pelaksanaan program MBG. 

Engga menceritakan bahwa dirinya mulai merintis usaha sekitar tahun 2015. Saat itu, ia memiliki beberapa kenalan yang berprofesi sebagai petani ikan, lalu mencoba memulai usaha sebagai supplier ikan. 

Baca Juga: Kisah Sukses Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI, Jadi Mata Pencaharian Utama Warga Batu

Dirinya mulai berdagang di Pasar Kayu Agung dengan menjadi pemasok bagi para pedagang ikan eceran di sana. Di awal usaha, pelanggan yang dimiliki masih sedikit, namun seiring waktu usahanya semakin dikenal dan jumlah pelanggan pun bertambah.

Engga juga mengungkapkan bahwa penjualan ikannya cukup baik, dengan rata-rata penjualan lebih dari 700 kilogram ikan setiap harinya. 

Jumlah tersebut, menurutnya, hanya untuk ikan patin saja karena jenis itu merupakan yang paling banyak dicari di daerahnya. Selain patin, ikan nila juga cukup diminati, meskipun tidak sebanyak ikan patin

Usaha Engga pun menjadi yang terdampak positif begitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan pemerintah. Sesuai tujuan pemerintah, MBG tak hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia saja, tapi juga membuka akses perputaran roda ekonomi untuk masyarakat juga. 

Engga bercerita bahwa ada 2 (dua) katering yang sudah lama menjadi pelanggannya ternyata ada yang menjadi penyuplai program MBG. Dari situ, penjualannya pun semakin meningkat. 

“Untuk MBG ini saya memang ada pelanggan katering yang sudah sering ambil barang di saya sejak sebelum MBG berlangsung. Catering ini sering nyetok ikan di kita, jadi ada 2 katering yang jadi vendor MBG dan langganan di kita. Dengan adanya program MBG ini memang menambah penjualan saya, karena kalau mereka pesan untuk stok barang itu bisa sampai 100 kg” ungkap Engga.

Menjalankan usaha dari nol sebagai supplier ikan memang menghadirkan cerita suka dan duka tersendiri. Engga yang awalnya bekerja sendiri, kini dibantu oleh 2 orang pegawai seiring dengan usaha yang semakin berkembang. 

Namun, tak bisa dipungkiri selalu ada tantangan dalam menjalankan usaha. Engga mengaku yang paling sering dialami adalah terkait modal. 

Halaman:

Tags

Terkini