nasional

Tina Talisa Jadi Komisaris Anak Usaha Pertamina, Potensi Pendapatan Bisa Rp21,8 Miliar per Tahun, Ini Profilnya

Jumat, 11 Juli 2025 | 22:55 WIB
Tina Talisa Diangkat Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga (Instagram @tina_talisa)

TITIKTEMU.CO - Tina Talisa, yang dikenal sebagai Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kini resmi menjabat sebagai Komisaris di PT Pertamina Patra Niaga.

Penunjukan Tina dilakukan seiring dengan perombakan manajemen perusahaan subholding komersial dan distribusi milik Pertamina tersebut.

Selain Tina, sejumlah tokoh lain juga masuk dalam struktur baru, termasuk Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Koperasi dan UKM yang juga merupakan kader Partai Gerindra.

Baca Juga: UPDATED Harga BBM Pertamina Naik per 11 Juli 2025, Ini Rinciannya di Seluruh Indonesia

Mars Ega Legowo Pimpin Direksi Baru

Sementara di posisi direksi, Mars Ega Legowo Putra didapuk menjadi Direktur Utama yang baru.

Pergantian jajaran ini diharapkan membawa semangat baru dalam menjalankan penugasan pemerintah serta meningkatkan layanan untuk masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa perusahaan siap mendukung kebijakan pemegang saham dengan formasi manajemen yang diperbarui ini.

> “Dengan susunan baru ini, kami berharap bisa memberikan dampak positif serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya kepada media, Kamis (10/7).

Baca Juga: Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Potensi Pendapatan Komisaris: Tembus Rp21,8 Miliar per Tahun

Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah besaran gaji yang bisa diterima oleh para pejabat komisaris di perusahaan BUMN, termasuk Tina Talisa.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2023 Pertamina Patra Niaga, total kompensasi untuk manajemen kunci (yang mencakup direksi dan dewan komisaris) mencapai angka fantastis: US$19,1 juta atau sekitar Rp312 miliar (dengan kurs Rp16.370 per dolar AS).

Perusahaan mencatat ada 7 komisaris dan 7 direktur pada tahun tersebut. Jika dibagi rata, maka tiap orang berpotensi menerima sekitar US$1,36 juta atau setara Rp21,8 miliar per tahun.

Halaman:

Tags

Terkini