Ia juga pernah menjadi dosen antropologi di UI serta aktif meneliti bidang sosial dan ekonomi.
Tak hanya di ranah akademik, Nurmala juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di Siloam Hospitals, serta Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2020–2025.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 6 N, Sedan Listrik Super Cepat Siap Mencuri Perhatian di Goodwood Festival of Speed
Pengalaman Diplomatik dan Politik Internasional
Nurmala bukan nama baru di dunia diplomasi.
Ia pernah ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Argentina yang juga merangkap Paraguay dan Uruguay pada tahun 2010 oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Iamenjalankan tugas tersebut dari Buenos Aires, Argentina.
Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Umum Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) periode 2007–2011, menggantikan posisi sang suami, Sjahrir, secara demokratis dalam Kongres Luar Biasa partai tersebut.
Peran Sebagai Ibu dari Tokoh Muda Nasional
Tak hanya dikenal sebagai seorang akademisi dan diplomat, Nurmala juga merupakan ibu dari Pandu Patria Sjahrir, yang kini menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO)Danantara Indonesia, sebuah lembaga pengelola investasi nasional yang sedang naik daun.
Dengan bekal pengalaman akademik, sosial, politik, dan diplomatik, Nurmala Kartini menjadi figur yang matang untuk memperkuat posisi Indonesia di mata Jepang.
Dalam konteks kerja sama bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun, kehadirannya sebagai calon Dubes membuka peluang baru dalam penguatan diplomasi ekonomi, teknologi, dan sumber daya manusia.***