nasional

Profil Nurmala Kartini, Antropolog dan Bos Danantara yang Kini Jadi Calon Dubes Jepang

Minggu, 6 Juli 2025 | 21:25 WIB
Calon Dubes Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir. (Instagram.com/@nurmala_kartini)

TITIKTEMU.CO - Calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, baru saja mengikuti tahapan fit and proper test yang dilaksanakan oleh Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Nurmala menyoroti pentingnya kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin sejak 1958.

Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi Jepang dan kekayaan sumber daya alam Indonesia bisa menjadi dasar kerja sama yang saling menguntungkan.

> “Kita memiliki program hilirisasi sumber daya alam, dan Jepang punya teknologi canggih di berbagai sektor.

Kombinasi keduanya bisa memperkuat hubungan ekonomi kedua negara,” ujar Nurmala kepada media.

Baca Juga: Film Horor Selepas Tahlil Tayang di Bioskop 10 Juli 2025, Teror Mistis Tradisi Keluarga, Cek Sinopsis dan Daftar Pemain

Sumber Daya Manusia: Aset Penting Menuju Indonesia Emas

Menurut Nurmala, hubungan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia (SDM).

Ia menyampaikan bahwa Indonesia sedang fokus meningkatkan kualitas SDM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

> “Kita sudah menjalin kerja sama dengan Jepang selama 67 tahun. Kini saatnya kita memperdalam kolaborasi itu dengan memaksimalkan potensi SDM yang kita miliki,” tambahnya.

Baca Juga: Film Believe Raih Best Director di Festival Film Internasional Montreal 2025

Profil Singkat Nurmala Kartini: Akademisi, Antropolog, dan Pejabat Korporasi

Di luar dunia diplomasi, Nurmala dikenal sebagai sosok akademisi yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan sosial.

Ia meraih gelar sarjana antropologi dari Universitas Indonesia tahun 1976, kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Boston University, lulus pada 1981 dan 1990.

Halaman:

Tags

Terkini