nasional

Prabowo Resmi Groundbreaking Proyek Raksasa Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp95,5 Triliun

Senin, 30 Juni 2025 | 15:35 WIB
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

Enam Subproyek Terintegrasi di Dua Lokasi Utama

Ekosistem industri baterai ini terdiri dari enam subproyek terintegrasi yang tersebar di dua lokasi strategis:

  • Lima subproyek di Halmahera Timur
  • Satu subproyek di Karawang

Untuk di Karawang, pembangunan pabrik baterai lithium-ion dijalankan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), hasil kolaborasi Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium CBL.

Sementara itu, di Halmahera Timur, pengembangan dijalankan oleh PT Feni Haltim, perusahaan patungan antara ANTAM dan Hong Kong CBL Limited.

Fasilitas Lengkap: Dari Tambang Nikel hingga Daur Ulang Baterai

Fasilitas yang dibangun di proyek ini mencakup:

  • Pertambangan nikel
  • Smelter pirometalurgi dan hidrometalurgi
  • Pabrik bahan katoda untuk baterai
  • Fasilitas daur ulang baterai

Dengan infrastruktur selengkap ini, pemerintah ingin memastikan bahwa nilai tambah komoditas nikel Indonesia tidak lagi diekspor mentah, melainkan diproses menjadi produk bernilai tinggi di dalam negeri.

Proyek yang Dorong Kemandirian Energi Nasional

Proyek baterai listrik terintegrasi ini diharapkan menjadi game changer bagi industri otomotif Indonesia.

Dengan memiliki rantai pasok baterai di dalam negeri, Indonesia bisa menjadi pemain utama kendaraan listrik di Asia dan dunia.

Selain meningkatkan daya saing industri, proyek ini juga mendukung target pengurangan emisi karbon dan transisi ke energi hijau.***

Halaman:

Tags

Terkini