Enam Subproyek Terintegrasi di Dua Lokasi Utama
Ekosistem industri baterai ini terdiri dari enam subproyek terintegrasi yang tersebar di dua lokasi strategis:
- Lima subproyek di Halmahera Timur
- Satu subproyek di Karawang
Untuk di Karawang, pembangunan pabrik baterai lithium-ion dijalankan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), hasil kolaborasi Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium CBL.
Sementara itu, di Halmahera Timur, pengembangan dijalankan oleh PT Feni Haltim, perusahaan patungan antara ANTAM dan Hong Kong CBL Limited.
Fasilitas Lengkap: Dari Tambang Nikel hingga Daur Ulang Baterai
Fasilitas yang dibangun di proyek ini mencakup:
- Pertambangan nikel
- Smelter pirometalurgi dan hidrometalurgi
- Pabrik bahan katoda untuk baterai
- Fasilitas daur ulang baterai
Dengan infrastruktur selengkap ini, pemerintah ingin memastikan bahwa nilai tambah komoditas nikel Indonesia tidak lagi diekspor mentah, melainkan diproses menjadi produk bernilai tinggi di dalam negeri.
Proyek yang Dorong Kemandirian Energi Nasional
Proyek baterai listrik terintegrasi ini diharapkan menjadi game changer bagi industri otomotif Indonesia.
Dengan memiliki rantai pasok baterai di dalam negeri, Indonesia bisa menjadi pemain utama kendaraan listrik di Asia dan dunia.
Selain meningkatkan daya saing industri, proyek ini juga mendukung target pengurangan emisi karbon dan transisi ke energi hijau.***