Tidak Kenal dengan Siswa yang Diminta Masuk
Budi juga menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan pribadi atau mengenal siswa yang disebut dalam memo tersebut.
Ia menolak tuduhan melakukan intervensi dalam proses seleksi penerimaan siswa baru.
“Untuk lolos atau tidaknya, saya serahkan sepenuhnya ke pihak sekolah tanpa intervensi apa pun,” ungkapnya lebih lanjut.
Baca Juga: Donald Trump Ungkap Pernah Selamatkan Khamenei dari Serangan, Kini Merasa Dikhianati
Siswa Tidak Lolos SPMB 2025
Faktanya, siswa yang namanya ada dalam memo tersebut ternyata tidak diterima dalam proses SPMB 2025 di sekolah tujuan.
Hal itu terjadi karena sistem seleksi mempertimbangkan jalur domisili dan nilai rapor sehingga siswa tersebut tergeser oleh peserta lain.
Permintaan Maaf ke Publik
Menyadari bahwa unggahan memo tersebut memicu kegaduhan di media sosial, Budi pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya memohon maaf kepada semua pihak atas kegaduhan yang terjadi,” ujarnya menutup pernyataan.***