TITIKTEMU.CO-Sebuah insiden memilukan terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin, 12 Mei 2025.
Proses pemusnahan amunisi milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang digelar di wilayah Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, berujung pada ledakan dahsyat yang merenggut nyawa 13 orang. Empat di antaranya merupakan personel TNI AD.
Baca Juga: Keluhan Soal TWK Rekrutmen BUMN 2025 yang Banyak Bahas TNI, Ini Penjelasan dari FHCI
Penjelasan Resmi dari TNI AD
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengonfirmasi kejadian tersebut dalam konferensi pers pada hari yang sama.
Ia menjelaskan secara rinci kronologi pemusnahan amunisi yang berujung pada tragedi.
"Pada pukul 09.30 WIB, dilakukan pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh tim dari Gudang Pusat Munisi III, bagian dari Pusat Peralatan TNI AD," jelas Brigjen Wahyu.
Baca Juga: 33 Adegan Diperagakan Pelaku Oknum TNI AL Kekasih Korban Juwita Wartawan Media Online di Banjarbaru
Kronologi Pemusnahan dan Ledakan Tak Terduga
Awalnya, proses penghancuran berlangsung sesuai prosedur dengan dua lubang sumur yang dipersiapkan sebagai tempat peledakan amunisi.
Seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan personel hingga lokasi, dinyatakan aman.
"Dua sumur digunakan untuk meledakkan amunisi, dan proses berjalan dengan lancar dan terkendali," tambahnya.
Namun, saat persiapan untuk peledakan di lubang ketiga yang disediakan khusus untuk penghancuran detonator bekas, musibah terjadi.