Beberapa pihak melihat kunjungan itu sebagai bentuk loyalitas pribadi atau mungkin juga sinyal bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh kuat, terutama terhadap beberapa menterinya.
Ada pula yang menafsirkan pertemuan tersebut sebagai bentuk komunikasi tidak langsung kepada pemerintahan baru.
Menjaga Persepsi Publik dan Soliditas Pemerintahan
Apa pun motif di balik kunjungan tersebut, Mardani mengingatkan agar para pejabat tetap menjaga kejelasan arah pemerintahan.
Baca Juga: Modus Sopir Tangki Pertamina Oplos Pertalite dengan 4.000 Liter Air, Telah Ditetapkan Jadi Tersangka
Ia tidak ingin ada kesan bahwa para menteri terbelah antara loyalitas kepada pemimpin lama dan pemimpin baru.
“Dalam politik, persepsi itu penting. Pemerintahan harus menunjukkan kesatuan arah, bukan membingungkan rakyat dengan simbol-simbol ganda,” tegasnya.
Fenomena ini menjadi cerminan betapa transisi kekuasaan di Indonesia bukan hanya soal administrasi, tapi juga melibatkan dinamika personal, simbolis, dan emosional.
Hubungan antara Jokowi dan para menterinya tentu tidak bisa diabaikan begitu saja, namun kepentingan negara tetap harus menjadi prioritas utama.***