nasional

Rapat Diam-Diam Pemerintah dan DPR di Hotel Mewah: Apa yang Sebenarnya Dibahas?

Minggu, 16 Maret 2025 | 09:06 WIB
Rapat Diam-Diam Pemerintah dan DPR di Hotel Mewah: Apa yang Sebenarnya Dibahas? (media korps nusantara)

TITIKTEMU.CO - Pernah dengar kabar soal rapat rahasia yang bikin heboh? Baru-baru ini, Pemerintah dan Komisi I DPR RI dikabarkan menggelar rapat tertutup selama dua hari di sebuah hotel mewah Jakarta.

Lokasinya? Hotel Fairmont, hotel bintang lima yang dikenal dengan fasilitas super mewahnya.

Tapi, yang bikin penasaran adalah isi rapat tersebut. Apa sih yang sebenarnya dibahas?

Baca Juga: Fakta Hotel Aruss Semarang Disita Polisi, Benarkah Terkait Pencucian Uang Judi Online?

Revisi UU TNI Jadi Sorotan Utama

Menurut informasi yang beredar, rapat ini diduga kuat membahas revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI).

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras), Dimas Bagus Arya Saputra, mengungkapkan bahwa pembahasan ini dilakukan secara akseleratif. "Kami dari awal sudah menduga proses ini akan dipercepat sejak surpres dengan nomor R12/PRES/2/2025 masuk ke DPR RI," ungkap Dimas.

Revisi UU TNI ini kabarnya sudah mulai digodok sejak tahun 2024. Meski begitu, banyak pihak mempertanyakan mengapa pembahasannya harus dilakukan secara diam-diam.

Apakah ada agenda tertentu yang ingin disembunyikan?

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Jawa Tengah dan Jawa Timur 16-17 Maret 2025, Apakah Hujan Lebat? 

Belajar dari Embargo AS dan Wacana Diplomasi

Dalam diskusi tersebut, muncul juga wacana soal diplomasi sebagai pendekatan baru dalam melaksanakan tugas pokok TNI.

Hal ini disebut-sebut terinspirasi dari pengalaman embargo Amerika Serikat terhadap Indonesia pada 1991-2005.

Namun, detail lebih lanjut soal wacana ini masih belum banyak terungkap ke publik.

Rapat rahasia seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apalagi, isu yang dibahas menyangkut institusi penting seperti TNI.

Apakah revisi ini akan membawa dampak positif atau malah membuka peluang kontroversi baru?

Halaman:

Tags

Terkini