nasional

Kabinet Merah Putih akan Laksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sasarannya Sekolah, Madrasah dan Pondok Pesantren

Jumat, 24 Januari 2025 | 22:12 WIB
Pemerintah akan menjalankan program kesehatan gratis untuk lembaga pendidikan. (Kemenag)

TITIKTEMU.CO - Pemerintahan Kabinet Merah Putih akan melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Program pemeriksaan gratis ini ini akan diterapkan antara lain di lembaga pendidikan, Sekolah, Madrasah dan Pondok Pesantren.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini dibahas bersama oleh Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga: Menteri Agama Nasruddin Umar Meminta Pendampingan dan Pengawasan Kepada KPK dalam Pelaksanaan Ibadah Haji 2025

"Pada tahun ajaran baru ini screening akan dilakukan. Alatnya nanti kita akan suplay," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, pada Jum'at, (24/1/2025).

"Ada sekitar 65 jutaan siswa sekolah dan madrasah. Pada prinsipnya, semakin sehat siswa tentu akan semakin produktif. Nantinya, medical chek-up nya dilakukan di kantor atau klinik masing-masing," lanjutnya.

Terkait data, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pihaknya akan menggunakan data saat pandemi Covid-19 pada sistem PeduliLindungi, semua berbasis NIK. Ada namanya Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).

Baca Juga: Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Membuka Lowongan Kerja Pegawai Mitra: (Total Formasi 72) Lengkap Link Pendaftaran

"Minggu depan kita akan mulai sosialisasi ke Pondok Pesantren dan Madrasah melalui Dokter-dokter pada Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah (Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah). Karena mereka-mereka ini menguasai ilmu kesehatan juga ilmu keagamaan," jelas Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas program ini. Selain teknis, perlu juga dipertimbangkan skala non teknisnya.

Agama dan kepercayaan perlu mendapatkan perhatian. Misalnya, kasus angka kematian bayi tertinggi di satu daerah dan itu ditengarai antara lain karena pemahaman keliru terhadap ayat dan hadis. Ini menjadi tugas Kementerian Agama yang sangat penting.

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru 2025 PT Sucofindo Divisi Pemasaran & Penjualan untuk Posisi Corporate Marketing Officer 1, Daftar Sebelum 30 Januari 2025

"Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir, Kemenag juga sudah melakukan pendekatan-pendekatan terhadap pondok pesantren yang masih berasumsi tentang itu. Misalnya, tentang pemahaman hadis Nabi di mana ada setiap bayi lahir, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat memberikan makanan, pisang dan lainnya. Karena memang ada hadisnya," ucap Menag Nasaruddin Umar.***

Tags

Terkini