TITIKTEMU.CO - Debat perdana Pilgub Jawa Tengah 2024 akan segera digelar pada tanggal 30 Oktober 2024 di Marina Convention Center, Kota Semarang.
Acara ini menjadi momen penting bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk mempresentasikan visi dan misi mereka kepada publik.
Dengan tema "Tata Kelola Pemerintahan: Kepemimpinan dan Reformasi Birokrasi Menuju Jawa Tengah dengan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel", debat ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang jelas kepada pemilih mengenai program-program yang ditawarkan oleh kedua paslon.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah telah merancang format debat yang terbagi menjadi enam segmen, yang mencakup pembukaan, pendalaman visi-misi, serta sesi tanya jawab antar-calon.
Dalam persiapannya, KPU juga telah menetapkan panelis yang terdiri dari akademisi terkemuka dari berbagai universitas untuk merumuskan pertanyaan yang akan diajukan selama debat.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Kunjungi Pasar Rakyat Soekarno Sukoharjo. Temui Pedagang dan Belanja Masalah
Format dan Aturan Debat
Debat Pilgub Jateng 2024 akan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung selama 120 menit, ditambah 30 menit untuk iklan layanan masyarakat.
Setiap pasangan calon diperbolehkan membuka catatan, namun KPU mengimbau agar tidak menggunakan singkatan yang tidak umum.
Para calon juga diharuskan menjelaskan konteks saat mengajukan pertanyaan. Dengan adanya aturan ini, diharapkan debat dapat berlangsung dengan tertib dan informatif.
Baca Juga: Klaster Usaha Manggis Ini Bisa Perluas Jaringan Pemasaran Berkah Pemberdayaan BRI
Profil Panelis Debat Pilgub Jateng 2024
KPU Jawa Tengah telah mengumumkan enam panelis yang akan mengawasi jalannya debat. Mereka adalah:
- Budi Setiyono - Guru Besar Ilmu Pemerintahan dari Universitas Diponegoro, memiliki keahlian dalam studi kebijakan sosial.
- FX Adji Samekto - Guru Besar Fakultas Hukum Undip, aktif dalam penulisan hukum internasional dan lingkungan.
- Ali Masyhar Mursyid - Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, ahli dalam hukum pidana dan kebijakan pidana.
- Musahadi - Guru Besar Ilmu Hukum Islam di UIN Walisongo, memiliki spesialisasi dalam hukum dan ekonomi Islam.
- Siti Malaiha Dewi - Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam di IAIN Kudus, ahli dalam kebijakan publik.
- Ahmad Sabiq - Ketua Laboratorium Jurusan Ilmu Politik di Unsoed, dikenal sebagai pengamat politik.
Dengan keahlian yang beragam, panelis diharapkan dapat memberikan pertanyaan yang mendalam dan relevan untuk kedua paslon.
Baca Juga: Komeng DPD RI Pertanyakan Independensi Anggota DPD Tanpa Keterkaitan Partai Politik
Pengamanan dan Partisipasi Publik
KPU juga telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan debat berlangsung aman dan tertib. Setiap pasangan calon dibatasi untuk membawa 75 pendukung ke dalam ruang debat.
Pendukung yang hadir akan menjalani pemeriksaan ketat sebelum memasuki arena debat, dan dilarang membawa atribut paslon atau partai politik. Pihak kepolisian juga akan dilibatkan untuk menjaga ketertiban di luar lokasi debat.