nasional

INFO HAJI 2024 : Ketika Tarian Ardah Khas Arab dan Shalawat Badar Mengantar Jemaah Haji

Jumat, 5 Juli 2024 | 10:30 WIB
Penghantaran jemaah di Makkah (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, Jemaah Haji dikagetkan saat akan keluar dari  Hotel Rizq Palace, Misfalah, Makkah. Pemandangan lobi hotel terlihat berjajar pria-pria dengan jubah perang khas jazirah Arab lengkap dengan senjata di tangan dan bendera Arab Saudi. Musik timur tengah mengalun perlahan dan pria-pria bersurban tersebut kemudian  mulai menari. Sementara seorang pria lainnya pun mulai menyenandungkan shalawat badar.

Di halaman hotel yang menjadi salah satu pemondokan jemaah haji Indonesia berjajar enam pria bersurban sedang menunggang kuda-kuda Arab yang kekar.

Satu per satu jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 46 mulai keluar dari lift. Raut sumringah nan haru pun tampak di wajah para dhuyufurrahman.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Jemaah Dilarang Bawa Zamzam Dalam Koper Bagasi, Ini Alur Pemeriksaan Dan Apa Yang Dilarang

“Tradisi ini namanya Ardah. Ini tarian tradisional khas jazirah Arab. Biasanya ditampilkan di acara-acara istimewa kerajaan atau pernikahan. Kali ini kami hadirkan di hotel kami untuk memberikan kenangan bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Bassam Abdurrazaq sang pemilik hotel.

Salah satu jemaah yang tergabung dalam SUB 46, Mufridah mengaku senang mendapatkan penghantaran semacam ini. Ia mengaku sangat terkesan dengan pelayanan selama melaksanakan ibadah haji 2024.

“Senang, karena datang disambut, pulang juga diantar dengan meriah sekali. Pelayanannya juga sangat baik,” ungkap Mufridah yang berhaji bersama sang ayahanda.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengapresiasi pelepasan jemaah haji di Makkah.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Fasilitas Hotel di Madinah Beda dengan Makkah, Jemaah Perlu Siapkan Ini

“Kami menyambut baik upacara semacam ini, karena menghidupkan kembali tradisi kita untuk membacakan shalawat nabi bersama-sama kita melepas jemaah,” tutur Dubes Abdul Aziz.

Menurutnya, hal tersebut mungkin salah satu yang dulu-dulu jarang sekali dilakukan atau sudah dilakukan dan lama sekali terhenti. “Sekarang kita menghidupkan kembali tradisi ini dalam rangka perluasan kebudayaan antarbangsa,” kata Dubes Abdul Aziz.

“Di Indonesia (membaca shalawat bersama) itu mungkin sudah biasa, tapi kalau di Saudi mungkin perlu dihidupkan kembali tradisi ini,”pesan Dubes Azz.

Tags

Terkini