TITIKTEMU.CO, Awas pasca puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina banyak jemaah yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Misalnya, gejala batuk pilek atau infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).
Tim Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara Rendi Yoga Saputra mengungkapakan "Berdasarkan data Kesehatan Haji per 25 Juni 2024, pelayanan kesehatan kloter terbanyak adalah ISPA dengan angka 95.013 layanan sejak kedatangan jemaah."
Rendi menyebut, daya tahan tubuh jemaah umumnya menurun selepas puncak haji. Sebab, Armuzna memerlukan kekuatan fisik yang memadai.
Baca Juga: INFO HAJI 2024 : PPIH Siapkan 98 Hotel di Madinah Untuk Jemaah Haji
"Sehingga setelah kurang lebih lima hari jemaah fokus pada Armuzna, maka daya tahan tubuh jemaah menurun, seiring dengan nutrisi dan vitamin yang kurang," sambungnya.
Selain itu, Rendi mengungkapkan bahwa faktor cuaca yang panas dan kering serta berkumpulnya jemaah dari berbagai negara serta debu yang beterbangan menjadi pemicu batuk pilek bagi jemaah.
Meski begitu, Rendi mengimbau agar jemaah menyiapkan kondisi fisiknya jelang kepulangan ke tanah air. "Ada anggapan bahwa batuk pilek itu penyakit biasa, pulang dari tanah suci tidak batuk pilek itu hanya unta, hal ini perlu diwaspadai," sambung Rendi.
Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Garuda Kembali Delay, KNO 03 Delay 12 Jam
Karenanya, agar proses kepulangan jemaah haji dapat berjalan dengan lancar tanpa gejala batuk pilek, ia mengimbau jamaah dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan ISPA sebagai berikut:
1. Memakai masker saat ziarah dan keluar hotel
2. Minum air yang cukup, dianjurkan air hangat atau jemaah dapat memanfaatkan air zam-zam yang tidak dingin (bertuliskan “Not Cold”)
3. Istirahat cukup menjelang kepulangan, kurangi berbelanja atau kegiatan yang dirasa tidak perlu
Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Fasilitas Hotel di Madinah Beda dengan Makkah, Jemaah Perlu Siapkan Ini
4. Makan yang cukup, dapat ditambah dengan makan buah, dan atau multivitamin
5. Bagi jamaah yang sudah merasakan gejala batuk pilek dan demam diharapkan segera berobat di klinik satelit atau menghubungi tenaga kesehatan haji kloter di maktab tempat tinggal jemaah.