nasional

Mengingatkan Kembali, Cara Melaksanakan Shalat Idul Adha

Senin, 17 Juni 2024 | 06:30 WIB
Ilustrasi Sholat Id (Pixabay/ Andry Hariana)

TITIKTEMU.CO, Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam sangat disunnahkan untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Shalat ini memiliki syarat dan rukun yang tidak berbeda dengan shalat lainnya. Pun juga berbagai macam hal yang membatalkannya juga tidak memiliki perbedaan dengan shalat pada umumnya.

Namun, perbedaannya adalah shalat ini tidak diawali dengan adzan dan iqamah. Dalam tata cara pelaksanaannya, shalat ini juga memiliki sedikit perbedaan.

Shalat Idul Adha dapat dilakukan sejak terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga waktu Zuhur di hari yang sama tiba. Shalat Idul Adha dilakukan dua rakaat. Shalat ini dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah.

Baca Juga: Rukun Shalat Idul Fitri: Perbedaan dan Persamaannya Bacaan Niat dan Setelah Takbir

Namun, boleh juga shalat Idul Adha ini dilaksanakan secara sendirian (munfarid) jika terlambat berjamaah.

Adapun tata cara shalat Idul Adha sesuai penjelasan KHR Asnawi, salah satu pendiri NU asal Kudus, dalam kitabnya yang berjudul Fashalatan, adalah sebagai berikut. Dikutip dari Mahbib Khoiron dalam tulisan berjudul 'Tata Cara Shalat Idul Adha'.

Pertama, shalat Idul Adha ini diawali dengan niat. Niat ini sunnah untuk dilafalkan untuk membimbing hati membaca niat yang sama. 

Adapun niat shalat Idul Adha adalah berikut:  

أُصَلِّيْ  سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

“Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ (imaman/makmuman) rak'taini” lillahi ta’ala.

Artinya, “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.” 

Baca Juga: Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri. Jangan Sampai Keliru

Jika shalat dilaksanakan sendirian, tidak perlu menambah kata di dalam kurung (imaman atau makmuman). Namun, ketika menjadi imam, perlu ditambah “imâman”, sedang ketika menjadi makmun perlu ditambah “makmûman” sebagaimana termaktub di atas.

Kedua, takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, shalat ini dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama.

Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca lafal berikut:

Halaman:

Tags

Terkini