nasional

Mengenal Masjid Bir Ali Yang Akrab Dengan Jemaah Haji Indonesia , Kenapa Disebut Bir Ali ?

Jumat, 24 Mei 2024 | 10:30 WIB
Jemaah haji Indonesia mengambil miqat di Masjid Bir Ali (Kemenag)

Nabi SAW bersabda “Miqat-miqat tersebut sudah ditentukan bagi penduduk masing-masing kota tersebut dan juga bagi orang lain yang hendak melewati kota-kota tadi padahal dia bukan penduduknya namun ia ingin menunaikan ibadah haji atau umrah. Barangsiapa yang kondisinya dalam daerah miqat tersebut, maka miqat-nya dari mana pun dia memulainya. Sehingga penduduk Makkah, miqat-nya juga dari Makkah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karenanya, seluruh jemaah haji Indonesia gelombang I, yang menuju Makkah dari arah Madinah, mengambil miqat di Zulhulaifah sebelum melaksanakan ibadah umrah. Di Masjid Miqat ini, jemaah haji melaksanakan salat sunah ihram 2 rakaat, dan berniat ihram.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Supaya Tidak Mabuk Udara Di Pesawat, Ini Tips Khusus Jemaah Haji

 

Sebuah masjid kecil pertama kali dibangun pada masa Umar bin 'Abdulaziz, yang merupakan gubernur Madinah pada masa Bani Umayyah tahun 706-712 M (87-93 H). Masjid tersebut kemudian dibangun kembali tahun 961 H (1554 H), termasuk membangun tembok besar di sekelilingnya yang masih berdiri hingga masa pemerintahan Turki Usmani.

Masjid Miqat telah direnovasi beberapa kali. Renovasi besar-besaran terakhir dilakukan pada masa pemerintahan Raja Fahd (1982–2005 M), yang menambah luas masjid berkali-kali lipat dari ukuran aslinya dan menambahkan beberapa fasilitas modern.

Pemerintah Saudi menyadari meningkatnya jumlah jemaah umrah, dan berinvestasi secara signifikan di Masjid Zulhulaifah. Masjid ini dibangun kembali di lahan seluas 178.000 meter persegi, menawarkan lingkungan yang lebih tenang bagi para pengunjung.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Jangan Sampai Dimensia, Jemaah Lansia Diimbau Hindari Kelelahan dan Dehidarasi

Bangunan masjid saat ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Fahd. Bentuknya persegi dengan luas sekitar 6.000 meter persegi dalam selungkup berbentuk persegi seluas 36.000 meter persegi.

Masjid ini memiliki dua ruang salat yang dipisahkan oleh halaman yang luas, sekitar 500 toilet, area khusus untuk ihram dan wudhu, tempat parkir yang luas, dan taman.

Masjid Bir Ali menjadi masjid miqat terbesar kedua setelah Masjid Miqat Qarnul Manazil di as-Saylul al-Kabir.

Halaman:

Tags

Terkini