TITIKTEMU.CO, - Selama bulan ramadan Masjid Astana Kutorejo Tuban di komplek makam Sunan Bonang punya menu khas takjil yang istimewa. Menu khas turun temurun untuk berbuka puasa ini dinamakan Bubur Suro Sunan Bonang.
Mulai sore setelah Ashar masyarakat sekitar atau peziarah sudah antre mendapatkan semangkok bubur itu. Bubur suro ini memang dibuat untuk takjil para tamu makam atau musafir dan warga sekitar.
Bubur suro terdiri dari beras yang dimasak dengan daging juga rempah-rempah seperti daun jeruk, serai, laos, jahe, kunir, kencur, garam, kayu manis dan santan dari kelapa tua serta beberapa resep lainnya.
"Setiap hari kita masak dalam 2 loyang wajan besar, setiap wajan berisi 6 kilogram, yang dimasak selama kurang lebih 3 jam dengan kayu bakar," tutur Ridwan salah satu juru masak bubur suro Sunan Bonang yang mengisahkan, bubur Suro ini merupakan perpaduan resep cita rasa ala Timur Tengah.
Baca Juga: RAMADHAN : Bubur India, Satu Abad Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang
Bubur yang konon merupakan kuliner warisan turun temurun sejak zaman dulu itu, hingga kini masih dilestarikan selama bulan Ramadan. Karena rempah-rempah bubur tersebut terasa jadi istimewa.
“Istimewanya ada bumbu kebuli ala Timur Tengah, itu sudah ada dari dulu sejak saya belum lahir," ujar Ali Tamam, petugas keamanan Makam Sunan Bonang.
Adapun khasiatnya Ali Tamam mengaku jika berbuka puasa dengan bubur ini badan akan terasa hangat dan jika dibuat takjil dimakan sebelum berbuka puasa diperut juga adem.
Di bulan Ramadan pihak yayasan makam biasanya telah menyiapkan anggaran khusus untuk pembuatan bubur itu. Anggaran itu digunakan untuk belanja 12 kilogram beras yang dimasak menjadi bubur setiap hari, daging sapi, balungan sumsum, bumbu dan biaya operasionalnya.