Tentu perlu survei tersendiri seberapa besar dan akurat sumbangsih fans sepak bola ikut menentukan kekalahan Ganjar - Mahfud. Namun yang pasti, kekalahan Ganjar - Mahfud dari Prabowo - Gibran terjadi di hampir semua provinsi. Termasuk yang selama ini menjadi kantong suara PDIP seperti Jawa Tengah, Bali, dan NTT. Juga di Jawa Timur yang punya identitas popularnya adalah sepak bola.
Baca Juga: Ada Motor Listrik Edisi Timnas, Disainnya Terinspirasi semangat juang Skuad Merah Putih
Setidaknya ada lima klub yang berkompetisi di Liga 1, yakni Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Arema FC, Madura United, dan Bhayangkara. Di Liga 2 berkompetisi Persela Lamongan, Gresik United, dan Deltras Sidoarjo. Karena itu menyepelekan isu sepak bola di Jatim dengan menolak Piala Dunia U-20 termasuk menggali kubur sendiri secara politik.
Begitu juga di Jawa Barat. Di daerah ini, ada Persib dan Bandung Raya serta Persikabo 1973 yang bermarkas di Bogor. Di bagian Selatan dan PSGC Ciamis, Persikotas Tasikmalaya, Perkesit Cianjur, hingga Persigar Garut. Sementara di Utara ada PSGJ Cirebon dan PSIT Cirebon, Persima Majalengka, Pesik Kuningan, Persika Karawang, Persindra Indramayu, hingga Persipasi Kota Bekasi dan Persikasi Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Jadwal Tayang Film Pemandi Jenazah, Sinopsis dan Pemain
Sementara di Jawa Tengah antara lain ada PSIS Semarang, PSS Sleman, Bhayangkara FC, Persipa Pati.
Selain menolak Piala Dunia U-20, Ganjar-Mahfud juga melakukan berbagai blunder dengan terus-menerus mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi. Sebut saja soal food estate, impor pangan, deforestasi, hingga dinasti politik dan rekayasa hukum.
Salah satu yang paling diingat publik kemudian adalah ketika Ganjar memberi nilai 5 bagi penegakan hukum hingga HAM di era Presiden Jokowi. Ia menyampaikan hal itu dalam Sarasehan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 18 November 2023.
Akibat semua itu, tren elektabilitas Ganjar - Mahfud terus menurun. Pada awal Desember, Ketua DPP PDIP Puan Maharani langsung menyatakan akan mengevaluasi pola kampanye Ganjar - Mahfud. Begitu juga dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mewanti-wanti agar orang yang dipersepsikan baik seperti Jokowi tak dikritik dengan tajam. Sebab bagaimana pun tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi sangat tinggi.
"Jadi jangan serang Jokowi. Rugi kamu. Bukan aku pro-Jokowi lho, ini just ilmu, ilmu kehidupan," ujarnya.
Peringatan tersebut sepertinya tak digubris Ganjar. Kritik-kritik tajam tetap terlontar dalam debat calon presiden dan wakil presiden. Akibatnya, seperti penggalan lirik lagu fans sepak bola seperti dikutip di atas, Ganjar dan Mahfud harus "Bongkar bongkar koper gak jadi ke istana"***