nasional

Seharusnya Ahok Mundur dari Komut Pertamina Jauh-Jauh Hari, Nusron Wahid : Tidak Ada Peristiwa Politik Baru dari Mundurnya Ahok

Sabtu, 3 Februari 2024 | 21:14 WIB
Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menyatakan mundur sebagai Komisaris Pertamina Pertamina (instagram.com/@basukibtp)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional, TKN Prabowo Gibran, Nusron Wahid menanggapi santai peristiwa mundurnya Ahok dari Komisaris Utama Pertamina adalah hal yang biasa. Bukan peristiwa politik, tapi peristiwa bisnis biasa.

Seperti diketahui, Ahok, panggilan dari Basuki Tjahaya Purnama, mundur dari Pertamina, untuk ikut mengkampanyekan Paslon nomor urut 3, Ganjar Mahfud.

Baca Juga: Bertemu Komunitas Seni, Gibran Tegaskan Kebudayaan Tidak Bisa Ditinggalkan

“Bagi saya, mundurnya Ahok jadi Komut Pertamina itu hal biasa. Bukan peristiwa politik, tapi peristiwa bisnis. Kalau Ahok akhirnya mundur untuk berkampanye, ya wajar karena dia memang politisi, anggota parpol.” jelas Nusron kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

” Ahok juga sudah sampaikan dukungan ke Ganjar sejak oktober, awal daftar. Jadi semua orang sudah tahu. Mungkin karena sekarang lagi tren mundur disana, ya sekalian mundur untuk ikut kampanye. Tidak ada yang salah.” lanjut Nusron.

Baca Juga: Captivating The King Episode 5-6 Tayang Sabtu-Minggu di Netfilx, LINK Nonton Klik Di Sini

Jika mundurnya Ahok hendak diklaim sebagai etika pemisahan jabatan negara dan politik, Nusron menyebut Ahok seharusnya sudah mundur sebagai Komut jauh-jauh hari.

“Sudahlah, kita berpegang sama hukum yang ada. Kalau memang mau dipisahkan, misalnya politik dan profesional, Ahok harusnya sudah mundur dari Komut sejak ikut aktivitas politik dan partai.” jelasnya.

Baca Juga: BESOK! Debat Terakhir Capres. Usung Tema Pendidikan; Kesehatan; Ketenagakerjaan;  Kebudayaan; Teknologi Informasi; Kesejahteraan Sosial dan Inklusi.

“Kalau untuk konteks Pilpres 2024, mundurnya minimal sejak awal menyatakan diri dukung Ganjar. Ini kan tidak, ini baru sekarang. Sudah mau maghrib. Disini banyak lo yang melepas jabatan dari awal untuk ikut bergabung (TKN Prabowo Gibran), tapi ga jadi berita. Biasa saja.” lanjutnya.

Namun Nusron juga menegaskan, semua pihak harus menghormati pilihan politik dari mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Baca Juga: Ingin Jadi Pejabat di Pemkot Solo? Nah, Ini Dia Lowongan Kepala Dinas Pendidikan, Satpol PP hingga Staf Ahli Walikota, Jangan Sampai Terlambat

“Saya kenal dan bersahabat dengan Ahok. Wong saya dulu yang membela dia. Namun soal beda pilihan pilitik ini adalah hal yang wajar. Itu hak masing-masing, mungkin suatu saat sama-sama lagi, tidak ada yang tahu.” pungkas Nusron.

Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina untuk kemudian ikut mengkampanyekan Ganjar Mahfud, Jumat (2/2/2024).

Halaman:

Tags

Terkini