nasional

Budisatrio Beberkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Prabowo Gibran

Jumat, 2 Februari 2024 | 13:38 WIB
Fitnah dan Hoaks Semakin Masif, TKN Prabowo Gibran Imbau Masyarakat Berhati-hati. (TKN Prabowo Gibran)

TITIKTEMU.CO - Menjelang debat terakhir Pilpres 2024, Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono membeberkan target Pasangan Nomor urut 2 di bidang kesejahteraan sosial.

Dia menyebut pengurangan angka kemiskinan serta penghapusan  kemiskinan absolut yang disertai keberpihakan pada petani dan nelayan di desa menjadi target utama.

“Prabowo Gibran menjadikan pengentasan kemiskinan adalah perhatian utama. Targetnya, dalam dua tahun pertama kita akan menghapuskan kemiskinan ekstrim jadi 0%.

Baca Juga: Download dan Nonton Sweet Trap Episode 1 Sub Indo: Sinopsis Kisah Tantangan Mencuri Pisau dan Perangkap Chef Assassin 

Kemudian menekan angka kemiskinan menjadi di bawah 5% dalam waktu lima tahun pemerintahan. Saat ini masih diangka 9,36%,” jelas Budisatrio kepada wartawan, Kamis 1 Februari 2024.

Prabowo Gibran, lanjut Budisatrio, berkomitmen untuk melanjutkan program-program kesejahteraan sosial yang saat ini sudah berjalan baik  dibawah pemerintahan Presiden Jokowi.

“Dalam visi misi ada pioritas utama, yaitu melanjutkan dan menyempurnakan kartu-kartu kesejahteraan sosial serta kartu usaha.

Baca Juga: Kampanye Akbar Partai Demokrat di Malang, Prabowo Sebut AHY Aset Bangsa

Program KIS, KIS Lansia, KIP, Kartu Sembako, Prakerja, Mekar dan PKH kita lanjutkan. Kemudian Kartu Tani akan kita hapus, kita ganti yang lebih efektif untuk menjamin ketersediaan pupuk,” ujar Budisatrio.

Salah satu masalah terbesar dari bantuan sosial ini, menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini, adalah memastikan distribusi yang tepat waktu dan tepat sasaran.

“Keluhan yang sering kita temui di lapangan  adalah tidak tepat sasaran. Ini harus kita sempurnakan. Jadi perlu perbaikan dan update yang terus menerus.

Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Prabowo akan Rangkul Semua Pihak 

Prinsipnya adalah transparansi, akuntabilitas dan peran serta masyarakat. Tak boleh ada korupsi pada hak rakyat kecil seperti ini,” jelasnya.

Strategi kedua, lanjut Budisatrio adalah dengan melakukan kolaborasi dan sinergi antar program kesejahteraan sosial.

Halaman:

Tags

Terkini