Dia menambahkan gerakan rakyat untuk mendukung pemenangan AMIN tidak hanya terjadi di Boyolali. Sebelumnya, dukungan yang sama juga terjadi di berbagai kabupaten/kota di seluruh provinsi.
Baca Juga: Survei LSI di Sumbar: Prabowo-Gibran Unggul, Disusul Anies-Imin. Ganjar-Mahfud Tertinggal Jauh
“Kami keliling Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, menemukan fenomena dukungan rakyat dalam upaya memenangkan pasangan AMIN secara mandiri muncul di mana-mana,” jelas Sudirman.
Menurut dia, pendukung AMIN dalam aktivitas kampanye bukanlah massa berseragam yang dimobilisasi. Fenomena tersebut terjadi di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan lainnya.
“Rakyat di mana-mana mengorganisir diri untuk memenangkan pemimpin yang dipercaya, yakni Anies dan Cak Imin,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Megawati di Instagram, Netizen Ramaikan Kolom Komentar
Sudirman Said melanjutkan alasan kedua kedua yang harus disyukuri adalah banyaknya rintangan yang berhasil dilalui, terutama dari sejumlah pihak yang menginginkan Anies Baswedan gagal sebagai capres.
Anies yang sebelumnya disebut sulit mendapat partai politik, kata Sudirman, ternyata bias mendaftar resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Hari ini berbagai survei yang kemarin menyebut elektabilitas AMIN di buncit, nyatanya sudah di nomor dua. AMIN punya kesempatan memenangi Pilpres dengan satu atau dua putaran,” jelas dia.
Baca Juga: Prabowo Subianto Dapat Dukungan Relawan Erick Thohir Alumni Amerika Serikat Dalam Pilpres 2024
Selanjutnya, dalam sambutannya, Sudirman Said juga menyinggung ketimpangan ekonomi di masyarakat. Dia mengungkapkan keberadaan satu persen warga negara yang menguasai sepertiga kemajuan perekonomian.
Menurut dia, satu persen wargatersebut mengontrol 50 persen rekening bank. Bentuk keprihatinan lain, Sudirman menyebut adanya 10 persen masyarakat yang menguasai 70 persen lahan produktif se-Indonesia.
Ketimpangan lain adalah kemajuan antara Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur yang selisihnay mencapai 10 tahun. Belum lagi masyarakat desa umumnya hidup di tengah kemiskinan.
“Kondisi tidak sehat ini menjadi komitmen pasangan Anies dan Cak Imin untuk diselesaikan. AMIN menjadikan keadilan sebagai pondasinya,” tegas Sudirman didampingi Juru Bicara Timnas AMIN Jumhur Hidayat.***