nasional

Gibran akan Kuatkan Reforma Agraria: 110 Juta Sertifikat Sudah Dibagikan dari Sebelumnya 500 Ribu

Senin, 22 Januari 2024 | 14:30 WIB
Gibran bersama Capres Prabowo usai debat cawapres sesi keempat debat Pilpres 2024 (TKN Prabowo Gibran)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka memastikan ke depannya akan terus menguatkan dan menyempurnakan reforma agraria di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Gibran dalam debat cawapres yang merupakan sesi keempat Debat Pilpres 2024 yang digelar KPU di JCC Senayan, Jakarta, Minggu, (21/1).

Baca Juga: Not Friends, Film Terbaik Thailand Segera Tayang di Bioskop Indonesia, Cek Link Trailer

Baca Juga: Daftar Film dan Serial Marvel Rilis 2024, Keseruan Madame Web Hingga Venom 3

"Sekarang sudah ada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sudah berhasil membagikan sekitar 110 juta sertifikat, dulu sebelum ada program ini hanya bisa membagikan 500 ribu sertifikat. Bayangkan itu butuh berapa tahun untuk menyelesaikan masalah ini," kata Gibran.

Ia melanjutkan, sekarang juga sudah ada program redistribusi tanah, seperti SK HGU dan lain-lain, disimpan di bank tanah untuk kemudian nanti diredistribusikan ulang untuk para penguasaha lokal; petani lokal; dan lainnya.

Baca Juga: 22.927 Jemaah Sudah Lunas Biaya Haji. Berikut Syarat, Mekanisme dan Besaran Biayanya

Baca Juga: UPDATE! Daftar Nama Pemain Sinetron Tertawan Hati Tayang di SCTV Hari ini, Naysilla Mirdad bakal Beradu Akting dengan Rezky Adhitya dan Jonas Rivanno

Menurut Gibran, saat ini juga ada program one map policy yang sangat berguna untuk mengurangi konflik-konflik sengketa tanah, mafia tanah dan lainnya. Karena data base sudah digital, batas-batas tanahnya sudah dicatat semua di situ. Hal itu akan sangat mengurangi para mafia tanah.

"Sekali lagi reforma agraria akan kita lanjutkan, dan kita kuatkan. Kemarin saya di Solo sempat mendapatkan predikat kota lengkap dari BPN. Garis-garis batas, tanah-tanah wilayah sudah ter-capture semua sehingga nanti mengurangi konflik tanah dan mafia tanah. Kuncinya di sini adalah digitalisasi, one map policy, ini sangat penting sekali bagaimana kita dapat menyelesaikan konflik agraria ke depan," jelas Gibran.***

Tags

Terkini