Kereta yang mulai berdinas pada tahun 1962 tersebut pernah di Jawa Tengah untuk menarik kereta campuran, yang terdiri dari 2 kereta penumpang dan 3 gerbong barang pada rute Semarang-Demak-Rembang-Blora, Demak-Purwodadi-Gambringan, Yogyakarta-Magelang, Yogyakarta-Bantul, dan Purwosari-Wonogiri.
Baca Juga: Ini Kalau Pemprov Jateng Fasilitasi UMKM
Sementara itu KGPAA Mangkunegara X mengatakan peresmian monumen ini merupakan momentum bersejarah bagi Kota Solo.
“Kereta Api ini perusahaan yang spesial, sangat inovatif dengan kereta-keretanya. Sejarahnya juga kuat. Ini yang menjadi value dari kereta api, tentunya pertumbuhan dari suatu daerah tidak lepas dari konetivitasnya. Tentu kereta api sebagai penyedia transportasi punya peran yang sangat besar,” tegasnya.***