Film Animasi Indonesia "Merah Putih One for All" Raih Rating Terendah 1,0 di IMDb

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:53 WIB
Poster film animasi di Indonesia berjudul “Merah Putih One for All”. (Instagram.com/@perfiki.tv)
Poster film animasi di Indonesia berjudul “Merah Putih One for All”. (Instagram.com/@perfiki.tv)

TITIKTEMU.COFilm animasi Indonesia berjudul “Merah Putih One for All” menuai sorotan publik setelah mendapatkan rating sangat rendah di situs Internet Movie Database (IMDb). Per Selasa, 19 Agustus 2025, film ini hanya memperoleh skor 1,0, yaitu nilai terendah dari skala penilaian 1 hingga 10.

Film yang disebut menghabiskan biaya produksi hingga Rp6,7 miliar ini disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari, serta diproduksi oleh Perfiki Kreasindo. Sejak 14 Agustus 2025 lalu, film animasi bergenre petualangan tersebut telah diputar di jaringan bioskop Cinema XXI, mencakup 10 lokasi mulai dari Jakarta hingga Surabaya.

Namun, alih-alih mendapat sambutan positif, film ini justru dibanjiri kritik tajam dari penonton di laman IMDb.

Baca Juga: Erick Thohir Hadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI Bahas Roadmap dan RKAP Holding Investasi Danantara

“Kualitasnya buruk, saya akan memberi nilai minus kalau bisa. Sungguh pemborosan uang dan penghinaan bagi animasi Indonesia,” tulis akun @Aretta-4.

Beberapa ulasan juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi yang dianggap mengurangi kualitas film.

“Saya juga memperhatikan beberapa karakter dicuri dan plot yang dihasilkan AI juga terlihat jelas. Saya sarankan kalian untuk tidak menonton ini, baik untuk hiburan maupun konten, karena sama sekali tidak layak ditonton,” tambahnya.

Penonton lain mengkritik lemahnya kualitas animasi, akting suara, hingga alur cerita.

Baca Juga: Lowongan Dosen Tetap Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta 2025: Formasi Dosen Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Cek Syaratnya di Sini

“Animasinya sangat murahan dan berantakan, bahkan mengambil karya orang lain tanpa izin. Akting suara terdengar seperti membaca teks, tidak ada emosi, dan jalan ceritanya tidak masuk akal,” ungkap akun @Keano-4.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan produksi yang mengandalkan AI.

“Apa-apaan ini, Bro? Serius deh. Film ini sepenuhnya mengandalkan AI? Bayangin belajar animasi, menggambar, membuatnya tampak hidup, dan menjaga imajinasi kita tetap hidup cuma untuk digantikan?” tulis akun @FeliciaJ.

Dengan berbagai kritik tersebut, “Merah Putih One for All” kini tercatat sebagai salah satu film animasi Indonesia dengan penilaian terendah di platform internasional.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X