komunitas

Pelepasliaran Bokkoi, Beruk Mentawai yang Doyan Kepiting

Indria Purnama Hadi
Sabtu, 30 Juli 2022 | 15:08 WIB
Pelepasliaran Bokkoi, beruk Mentawai oleh BKSDA Sumatera Barat (BKSDA Sumatera Barat)

Perbedaan bokoi dengan beruk jenis lain terletak pada rambut bagian pipi dan mahkota. Bagian pipi bokoi berwarna lebih gelap daripada beruk lainnya, mahkota bokoi berwarna cokelat, rambut pada dahi lebih panjang.

Baca Juga: Dies Natalis Unpad: Gelar Manglayang Trail Running 2022. Ini Link Pendaftarannya. Bergegas yuuk!

Bokkoi memiliki kantong pipi yang terlihat jelas.Punggung dan tangannya sering digunakan untuk membawa makanan. Bokoi bersifat diurnal, arboreal dan terestrial.

Lebih banyak di tanah, sesekali berada di kanopi bawah. Pakannya terdiri dari Buah dan biji-bijian :73.8%, hewan kecil (serangga, anak burung, kepiting, rayap): 12.2 %, Daun-daunan ; 5.4%, Tunas-tunasan : 3%.

Hidup dari pantai hingga pegunungan dengan hidup berkelompok terdiri dari 15-40 individu. Panjang badan jantan dewasa antara 49-56 cm dengan berat badan 6-14,5 kg, sedangkan untuk betina lebih kecil dari ukuran jantan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan

Ardi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung upaya pelestarian satwa liar jenis Bokkoi.

Menurut Redlist IUCN Bokkoi berstatus Endangered atau langka dan termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Semoga Bokkoi tersebut hidup dan berkembangbiak lebih baik di habitat aslinya (supiyandiyadi).***

Halaman:

Tags

Terkini