“Saya tadi awalnya berfikir bahwa selama anak-anak happy kalau makan, maka beres. Ternyata tidak benar. Maka saya biasakan anak-anak makan ubi, singkong, talas, sayur-sayuran dan memasak dengan slow-cooker,” lanjut ibu dua anak ini.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Keanekaragaman Konsumsi Pangan yang mewakili Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rina Syawal, menyampaikan bahwa potensi pangan Indonesia sangat banyak, baik dari buah, sayur, dan protein.
“Bapanas sedang menggalakan makanan lokal agar masyarakat setempat memanfaatkan makanan asal daerah tersebut. Misal jagung di NTT atau Sagu di Papua,” kata Rina.
Sebagai informasi, Indonesian Gastronomy Community (IGC) sebuah komunitas non-profit Pecinta Makanan Indonesia yang mempunyai visi sebagai pelestari makanan dan minuman dengan bertekad memperkuat makna Indonesia melalui makanan dan minuman anak bangsa. Hal ini untuk menghargai kekayaan makanan dan minuman Indonesia mulai dari nilai sejarah hingga tren masa kini.***
Artikel Terkait
Presiden Tegaskan Upaya Turunkan Tingkat Stunting di Tanah Air
Ganjar Puji Cara Unik Posyandu Melati Brebes Melawan Stunting
Jagung Bisa Jadi Bahan Makanan Apa Saja, Termasuk Oseng-oseng Ceria yang Nikmat dan Sehat
Ide Bekal Sekolah Anak, Cara Membuat Bakwan Jagung Manado Paling Top Markotop
Ide Bekal Sekolah, Resep Telur Gulung Omelet Sosis, Kelezatannya Bikin Anak Nambah Berkali-kali
Ide Membuat Bekal Sekolah dan Sarapan Anak Cukup dengan Magicom
Hanya dengan Lima Langkah, Hasil Cara Membuat Bubur Kacang Ijo ini Tiada Tanding, Top Markotop untuk Ide Buka Warung Burjo
Cocok untuk Menu Sarapan, Begini Cara Membuat Bubur Ayam dengan 4 Bahan Utama Termasuk Pelengkap, Makin Jos Gandos Rasanya