Libur Nataru Ada 4 Juta Lebih Pemudik Bakal Masuk Jawa Tengah

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 11 Desember 2021 | 09:38 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo  saat  berbincang dengan jajaran Forkompimda dan tokoh lintas agama peserta Rakor Pengamanan Nataru. (pic. pemprov jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berbincang dengan jajaran Forkompimda dan tokoh lintas agama peserta Rakor Pengamanan Nataru. (pic. pemprov jateng)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah di Jawa Tengah siaga menghadapi lonjakan pemudik saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Survei dari Kementerian Perhubungan mencatat, diprediksikan akan ada 4,8 juta pemudik yang akan masuk Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat koordinasi penanganan Nataru bersama jajaran Forkompimda dan tokoh lintas agama di Grhadhika Bhakti Praja kompleks Pemprov Jateng. Ganjar mengatakan, diperlukan pemahaman bersama agar penanganan Nataru bisa dilakukan dengan maksimal.

Baca Juga: Duh! Guru Agama SD di Cilacap Cabuli 15 Muridnya, Korban Dimingi-imingi Nilai Bagus

Baca Juga: Tambah 15 Prodi Terakreditasi Internasional, Undip Kukuhkan Diri Jadi World Class University

“Kalau melihat potensi itu (4,8 juta) memang gedhe ya. Maka kita hari ini rapat bersama Forkompinda agar punya pemahaman bersama, sehingga Nataru nanti bisa berjalan dengan baik,” kata Ganjar seperti dilansir laman Pemprov Jateng, Jumat (10/12).

Menurutnya, apapun harus dilakukan untuk mencegah terjadinya mobilisasi pemudik yang cukup besar. Maka, pihaknya akan terus komunikasi dengan keluarga masyarakat Jateng yang ada di luar Jateng, untuk merayakan Nataru di tempatnya masing-masing.

Baca Juga: Tiket Pre Sale Spider-Man: No Way Home Banyak Diburu, Berikut Ini Link-nya   

“Yang terbesar itu kan di Jakarta, Jabar, dan Jatim. Nanti kita akan komunikasi dan minta bantuan mereka agar tetap di tempatnya masing-masing. Agar tidak terjadi perpindahan yang massif. Saya berharap tidak terjadi perdebatan, bahwa kondisi saat ini sudah membaik dan masyarakat merasa boleh berpegian kemana saja. Kami minta dukungan semua pihak,” tegasnya.

Tak hanya masyarakat, Ganjar juga meminta dukungan dari sejumlah instansi termasuk TNI/Polri, kementerian perhubungan dan lain sebagainya untuk memantau pintu-pintu masuk ke Jateng. Pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal bus harus di kontrol ketat.

Disinggung terkait penyekatan, Ganjar mengatakan belum ada rencana penyekatan di Jawa Tengah. Meski begitu, titik-titik pos pantau, pos pengawasan dan checking point sudah disiapkan di sejumlah lokasi. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan PLN, Pertamina, Bulog, dan instansi terkait, untuk memastikan semuanya aman.

Baca Juga: Tampang Garang Hati Dermawan, Rame rame Rocker Solo Pentas Amal untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Sementara itu, Kabagdalops Polda Jateng, AKBP Djodi Winarno mengatakan, pihak kepolisian udah menyiapkan sejumlah pos pengamanan di berbagai lokasi di Jateng. Di antaranya pos pengamanan perbatasan kota, bandara, pelabuhan, SPBU, terminal, gereja, objek wisata, dan tempat-tempat kerumunan.

“Semua personel sudah disiapkan dan kegiatan untuk pengamanan Nataru sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Setidaknya ada lebih dari 300 pos yang kami siapkan, dengan ribuan personel yang siap ditugaskan,” katanya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X