TITIKTEMU.CO – Surakarta. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta menggelar “Ekraf Mart 2021”, sebuah ajang pameran, penjualan produk, kegiatan bincang kreatif, business marketing dan creative art performance.
Kegiatan ini digelar empat hari, sejak 15-18 Oktober 2021, di Lantai 2 Paragon Mall Surakarta, untuk mendongkrak penjualan produk – produk UMKM, di tengah perhelatan Solo Great Sale 2021
Pembukaan acara dilakukan Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, didampingi Ketua Kadin Surakarta, Gareng S. Haryanto, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta perwakilan BUMN, dengan penancapan gunungan wayang.
Menurut Teguh, kegiatan BUMN-UMKM Great Sale merupakan upaya yang patut diapresiasi meski di masa pandemi Covid-19 namun tetap ada semangat untuk memperbaiki kondisi ekonomi dengan membangkitkan ekonomi, melalui pameran produk UMKM di tengah berlangsungnya Solo Great Sale 2021.
Baca Juga: Apa Saja Bahan-bahan yang Dibutuhkan Kedai Kopi? Ini Daftar Lengkap dan Harganya
“UKM merupakan kelompok ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia khususnya di Kota Solo, dan menjadi sarana pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, untuk selalu mengutamakan dan memberdayakan UKM,” kata Teguh.
Teguh menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 4,05 juta orang, khusus di Kota Solo ada sekitar 43.700 pelaku UMKM.
Untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM tersebut, Pemerintah Kota Surakarta telah memfasilitasi pelaku UMKM melalui beberapa program. Diantaranya, bimbingan teknis manajemen sumber daya manusia, bimbingan teknis pelaku usaha, temu usaha UMKM dengan ritel moderen dan market place, serta mengikutsertakan UMKM dalam berbagai pameran.
Baca Juga: Siap-siap Piknik, Kuy! Ini 10 Destinasi Wisata Jogja Paling Baru
Teguh menambahkan, ‘Ekraf Mart 2021 merupakan bagian dari rangkaian Solo Great Sale 2021, yang digelar pada 1—31 Oktober 2021. Acara yang telah memasuki tahun keenam (tahun 2020 ditiadakan karena pandemi Covid-19) ini, mentargetkan transaksi Rp800 miliar.
Acara tahunan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, menjaga stabilitas peredaran uang, menambah daya tarik Kota Solo bagi wisatawan serta untuk promosi akses pasar yang ekstensif bagi pelaku UMKM.***