TITIKTEMU.CO SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta penanganan anak yatim piatu di kabupaten dengan kemiskinan ekstrim lebih diutamakan.
Lima kabupaten tersebut adalah, Banjarnegara, Banyumas, Pemalang, Kebumen, dan Brebes.
Hal tersebut dia ungkapkan setelah mendapat arahan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin, saat menggelar rapat penanganan kemiskinan ekstrem lima kabupaten di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (7/10).
Baca Juga: Ganjar Pranowo Temu Kangen Dengan Warga Papua yang Pernah Berdomisili di Jawa Tengah
Baca Juga: Malam Ini, Wayangan Puncak Acara HUT ke-265 Kota Yogyakarta Bisa Disaksikan Melalui Channel Youtube
Dia mendorong agar OPD yang mendampingi desa untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah agar turut terlibat.
“Karena instruksinya adalah bagaimana menangani (kemiskinan ekstrem) di lima kabupaten di bawahnya ada kecamatan, diturunannya ada desa, kami tadi mendorong OPD yang memiliki desa dampingan di lima kabupaten tersebut. Utamanya untuk penanganan anak yatim piatu, yatim, piatu di kawasan tersebut untuk diprioritaskan,” kata Gus Yasin, sapaan wagub di Rumah Dinasnya, sebagaima dilaporkan laman resmi Pemrov Jateng.
Gus Yasin menambahkan, hingga saat ini jajarannya sudah melakukan assesment kebutuhan bagi anak yatim piatu korban Covid-19 di Jawa Tengah. Menurutnya, Pemprov Jateng akan segera melakukan langkah terkait penanganan anak yatim piatu, sesuai dengan kebutuhan mereka.
Baca Juga: Bank Jateng Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional untuk RSUD Wonogiri
“Misalnya pendidikan, bagaimana keberlangsungan hidup mereka, siapa yang mengasuh. Itu kita assesment semuanya,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan data anak yatim piatu yang tinggal di desa dampingan OPD Jateng.
“Minggu ini sudah kami kirim data anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu ke masing-masing OPD,” kata Imam, dikonfirmasi melalui telepon.
Baca Juga: Pasar Bulu Semarang Segera Disulap Jadi Bulu Creative Market
Imam menjelaskan, sampai saat ini ada sebanyak 81 desa dampingan di Jawa Tengah, yang diketahui terdapat anak yatim, piatu, dan yatim piatu.
Artikel Terkait
Diberi Surprise Kue Ultah, Pangdam Malah Suapi Kapolda Jateng
Proyek Irigasi Diserahkan Kepada Pemkab Wonogiri, Bersiap Menuju ke Swasembada Pangan
Demi Mendapat Vaksin, Kakek Nenek di Wonogiri Ini Rela Jalan Kaki 12 Kilometer
Ganjar Pranowo Temu Kangen Dengan Warga Papua yang Pernah Berdomisili di Jawa Tengah
Kapolda Jateng Pantau Vaksinasi Pelajar di Sukoharjo, PTM di Sekolah Mulai Berlangsung