Terkait Video Viral, Dirjen Bimas Islam Sebut Wisata ke Borobudur Tidak Haram

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Rabu, 15 September 2021 | 19:58 WIB
Terkait Video Viral, Dirjen Bimas Islam Sebut Wisata ke Borobudur Tidak Haram. (Foto Dok. Kemenparekraf)
Terkait Video Viral, Dirjen Bimas Islam Sebut Wisata ke Borobudur Tidak Haram. (Foto Dok. Kemenparekraf)

TITIKTEMU.CO, Yogyakarta - Sebuah Video Youtube viral di media sosial, Ustaz Sofyan Chalid menyebut wisata ke Candi Borobudur haram hukumnya.

Mengomentari hal ini, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan bahwa berwisata ke Borobudur tidak haram hukumnya.

“Jadi berkunjung ke borobudur sih menurut saya tidak ada masalah selama itu kan hanya tempat rekreasi. Sama kalau kita berkunjung ke Eropa. Nggak (haram), disana cuma berkunjung, mau rekreasi melihat itu apa salahnya. Beda bila Borobudur itu tempat ibadah, trus umat islam masuk ikut ibadah, ya itu yang tidak boleh,” tutur Dirjen Bimas Islam, dalam rilisnya yang diterima TITIKTEMU.CO, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Subang Belum Juga Terungkap, Bareskrim Turun Tangan

Kamaruddin menegaskan bahwa Borobudur bukanlah tempat ibadah. Namun, hanya sebagai tempat rekreasi, produk peradaban agama tertentu.

“Jadi berkunjung ke borobudur sih menurut saya tidak ada masalah selama itu kan hanya tempat rekreasi. Sama kalau kita berkunjung ke Eropa. Di Eropa, bahkan gereja-gereja tua yang tidak terpakai jadi tempat berkunjung, tidak ada sama sekali (hubungan) dengan keyakinan,” ungkapnya.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin. (Foto Humas Kemenag)
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin. (Foto Humas Kemenag) (Foto: Humas Kemenag)

Menurut Dirjen Bimas Islam, orang yang berkunjung ke Borobudur tidak ada yang melaksanakan ibadah.

Baca Juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara Dibangun di Karawang. Manfaatnya Apa sih Bagi Kita?

Dalam hal ini, umat islam hanya menyaksikan, atau melihat kehebatan dan keluarbiasaan dari candi tersebut.

“Tidak ada yang beribadah, yang turut melakukan ibadah sama sekali. Jadi bagi kami, bagi saya pribadi ya tidak masalah,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Kamaruddin, pihaknya melakukan upaya pengarus-utamaan pemahaman agama yang moderat.

Baca Juga: Pesawat Rimbun Air yang Hilang Kontak di Papua Ditemukan dalam Kondisi Hancur

Adapun pemahaman agama yang moderat itu, artinya menghargai memaklumi pemahaman agama orang lain. Tidak ikut-ikutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: Humas Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X